Perekonomian Macet, Pemkab Boltim Mulai Salurkan Bantuan


Kotabunan, MX

Merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh benua membuat perekonomian macet. Kondisi itu ikut terasa sampai di wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Menyikapi itu, Pemerintah Kabupaten Boltim mulai menyalurkan bantuan bahan pokok kepada masyarakat.

Pemberian bantuan itu diawali di Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Rabu (22/4). Bahan pokok untuk rakyat diserahkan langsung oleh Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar SH.

Warga yang terdampak kebijakan pembatasan pemerintah akibat Covid-19 pun memperoleh bantuan bahan pokok. Berupa beras, minyak goreng, gula pasir serta ikan kaleng.

"Saya akan upayakan, kurang lebih 2.000 Kepala Keluarga (KK) di Bolaang Mongondow Timur, semuanya mendapatkan bantuan," ujar Bupati Landjar.

Dijelaskan, karena ini ada aturan dari Kementerian Sosial, Kementerian Desa, maka yang dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 600 ribu, itu tidak mendapatkan sembako. Karena sembako itu Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Daerah.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, ada yang tersentuh Program Keluarga Harapan (PKH), juga tidak mendapatkan sembako.

“Cuma saya sedikit melakukan revisi untuk ada keseimbangan, proporsional karena PKH itu cuma Rp 100 ribu. Bagaimana 100 ribu rupiah sementara yang lain itu dapat BLT 600 ribu rupiah. Sehingga saya harus stimulan dengan beras 10 Kg, ada gula 1 Kg, ada minyak kelapa dan ikan kaleng.  Saya harus bikin keseimbangan dan standar tertinggi itu BLT. BLT kan boleh belikan beras 25 sampai 30 Kg, masih bisa dapatkan lauknya," urainya.

Bupati juga menilai, ada kesalahan dari Pemerintah Pusat yang harus dia koreksi, agar tidak membingungkan daerah.

"Saya lebih tau keadaan masyarakat, bukan orang menteri-menteri itu yang tau. Masakan Menteri Desa suruh kasih 600 ribu lewat Dana Desa (DD), tapi kemudian ada program yang saya anggap itu progam siluman. Karena dia datang, pemerintah daerah kadang-kadang tidak tahu berapa yang didapat," ungkap Landjar.

“Begitu ditanya, bahkan ada yang dapat cuma 50 ribu rupiah PKH, terus diperintah kita jangan kasih lagi sembako. Kan tidak masuk akal dapat 50 atau 100 ribu, dan yang dapat 300 ribu rupiah selama 3 bulan. Masakan (penerima PKH, red) tidak dikasih sembako. Kan tidak adil, makanya saya bikin keseimbangan,” jelasnya.

Untuk yang dapat PKH, menurut Bupati ia tambah lagi beras, minyak, gula dan ikan kaleng, supaya nilainya tidak terlalu jauh dari Rp 600 ribu.

“Kemudian keluarga yang tidak mendapatkan BLT itu, 1 sampai 2 orang mendapatkan beras premium 15 Kg, tambah gula 2 Kg, tambah minyak kelapa 2 Kg, tambah dengan 6 ikan kaleng. 3 atau 4 orang juga begitu, tapi dapat 20 Kg berasnya. 5 atau 6 orang dapat 25 Kg. 7 atau 8 orang dapat 30 Kg, terus 9 sampai 10 orang dapat  35 Kg, 11 atau 12 orang dapat 40 Kg. Itu paling puncak. Dia harus diukur dari perut bukan kepala keluarganya," kata Landjar.

Terkait bantuan, ia mengatakan telah menyiapkan pertama 300 ton untuk stimulan ke masyarakat, jadi total semuanya yang disiapkan itu 900 ton beras premium. “Tiga bulan kita coba menyiapkan dana dari BLT, DD dan DAU, sekitar 54 miliar rupiah kita lagi hitung. Kita coba bertahan selama 3 bulan sampai bulan Juni,” ungkap Bupati Landjar.

"Saya juga sedang meminta kepada seluruh Kepala Desa dan rakyat, harus menanam umbi-umbian dan sayur," pinta Landjar sembari menegaskan jika ini dalam rangka mengantisipasi panjangnya masa Covid-19.

Ia mengingatkan, kalau boleh seluruh anak bangsa menyadari, tidak hanya mencegah Covid-19 dari kematian masyarakat, tapi bagaimana bersama berupaya untuk mempertahankan kadaulatan Republik Indonesia, negara yang kita cintai.

"Ingat, perekonomian kita dalam penanganan Covid-19 sangat memprihatinkan. Negara tidak mempunyai cadangan lebih untuk memberi makan rakyat. Jangan sampai rakyat lapar," tandasnya.

Selaku Kepala Daerah serta Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Boltim, ia mengimbau agar masyarakat tidak bandel dan tetap menjaga kesehatan. Jangan sampai nanti kalau dalam kondisi susah kemudian menyalahkan pemerintah.

"Saya berharap ini adalah perjuangan kita semua, tidak terkecuali. Rakyat jelata, para pejabat, pengusaha juga begitu. Pengusaha di Boltim saya lihat cuma satu yang peduli, yang lain tidur. Pengusaha juga harus ada kontribusi biar hanya masker," tegas Landjar.

Diketahui, saat menyalurkan bantuan di Desa Kotabunan Selatan, Bupati didampingi Asisten II Pemkab Boltim Ramlah Mokodompis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kisman Mamonto, Kadis Perindag Norma Linggama, Kaban Kesbangpol Udel Simbala, Camat Kotabunan Ahmad Alheid, Kepala Desa Kotabunan Selatan Rengga Paputungan, perangkat desa, serta LSM. (Gazali Ligawa)



Sponsors

Sponsors