Foto: Zanjabil Wakid
Apresiasi Penanganan Covid-19 Pemkab Boltim, Wakid Sodorkan Sejumlah Usulan
Kotabunan, MX
Gerak konkret Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam penanganan dan pencegahan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), memantik salut tokoh pemuda Boltim, Zanjabil Wakid.
Kata pria berdarah Arab ini, bicara soal pandemi pasti berdampak tak hanya ke soal kesehatan tapi multi sektor. Ekonomi, sosial, terlebih soal kesadaran moral kolektif masyarakat terkait himbauan untuk menjaga jarak (physical distancing).
"Saya pribadi berpendapat, apa yang dilakukan Pemkab Boltim hari ini, adalah hal yang baik dan positif serta perlu didukung oleh seluruh komponen masyarakat. Berdiam di rumah bukan hanya sekedar menyelamatkan diri pribadi kita dan keluarga, akan tetapi kita turut memberi sumbangsih memutus mata rantai penyebaran Covid-19. ujarnya, Senin (13/4).
Ia juga menerangkan wujud sinergitas kolektif yang wajib diterapkan sesuai instruksi pemerintah pusat. Ruang-ruang publik dibatasi penggunaanya, fasilitas dan sarana berkumpul pun harus dilakukan pembatasan.
"Ini tentu selaras dengan amanat Presiden, bahwa kita harus mulai untuk bersinergi dalam menghentikan penyebaran Covid-19, dengan tagar nasional tinggal di rumah," ucap Wakid
Ia memberi tahu, Kota Manado menjadi epicentrum penyebaran Covid-19 transmisi lokal di Sulut. Pembatasan mobilitas orang masuk dan keluar sangat penting dilakukan.
"Pembatasan dan pengawasan mobilisasi orang harus diperketat, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19. Agar lebih efektif, pengawasan harus terus dilakukan dengan memantau pergerakkan pada setiap pos jaga, pengawasan preventif dan terukur," tuturnya.
Lanjutnya, dengan pengawasan diperketat pasti tidak akan ada yang masuk keluar tanpa izin di wilayah Pemkab Boltim.
"Wajar ketika masyarakat khawatir bahkan panik, karena yang terlihat di media begitu menakutkan. Terpenting dampak dari pengusiran orang luar tersebut, tidak sampai membuat kegaduhan antar sesama warga yang berujung pada tindakan anarkis (perlawanan hukum)," tandasnya.
Dengan mengalokasikan buah pikir, pemuda asal Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan ini, menganjurkan 4 poin penting bagi Pemkab Boltim.
Pertama, harus ada gugus tugas sampai ke tingkat Desa se-kabupaten Boltim. Hadirkan legitimasi hukum, agar mekanisme kerja lebih terarah.
Kedua, edukasi ke masyarakat harus ditingkatkan. Masyarakat perlu banyak mengetahui soal pandemi, serta penanganan Covid-19 di tingkat Desa.
Ketiga, membangun kesadaran kolektif bahwa physical distancing itu harus dijalankan degan baik.
Keempat, kerja stimulus di sosial media juga harus diintensifkan. Sosial media memiliki pengaruh yang cukup baik sebagai sarana informasi publik.
Sementara itu, untuk mendinginkan kecemasan warga terkait virus mematikan tersebut, penggagas Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow Timur (KPMIBT) ini mengimbau, agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan, akan tetapi terus meningkatkan kewaspadaan.
"Carilah informasi dari sumber yang benar agar kita tidak mudah terprovokasi. Akhir-akhir ini, informasi yang hadir di media sering membuat masyarakat bingung dan cenderung takut beraktivitas. Mari terus mematuhi apa yang dianjurkan oleh pemerintah Kabupaten Boltim. Dan tetap membudayakan untuk mencuci tangan dan menggunakan masker secara rutin apabila akan beraktivitas di luar rumah," pinta Wakid. (Gazali Ligawa)



































