Kawasan Wisata Hutan Mangrove Kotsel Siap Dilaunching
Kawasan wisata Hutan Manggrove Desa Kotabunan Selatan (Kotsel), Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), akan segera dilaunching.
Hal ini diungkapkan Kepala Desa Kotsel, melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Feky Makawimbang, saat disambangi di kediamannya, Sabtu (20/12).
Kata dia, tahun depan pihaknya akan meresmikan tempat wisata hutan mangrove atau hutan bakau tersebut, sekaligus akan menyerahkan pengelolaannya ke pihak Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
"Sekitar tanggal 15 Januari, tempat wisata hutan mangrove akan kami launching. Sekarang tinggal pengecatan, setelah itu akan kami serahkan ke pihak Bumdes untuk mengelolanya," ujar Makawimbang.
Tempat wisata itu akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang, di antaranya WC dan kamar mandi. "Juga kami akan membuat tempat parkir biar para pengunjung tidak repot mencari tempat parkir," ungkapnya.
Chendry Mokoginta, salah satu warga Kotsel mengungkapkan, meski tempat wisata itu belum dilaunching namun antusias masyarakat sudah mulai nampak.
"Meski belum launching tapi antusias masyarakat sudah terlihat.
Kebanyakan wisatawan yang datang dari kalangan lokal seperti pelajar serta ibu-ibu," kata Chendry.
Kehadiran kawasan wisata di Kotsel itu menuai respon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boltim, Samsudin Dama. Ia berkomentar terkait sarana dan prasarana penunjang.
Menurut dia, agar tempat wisata itu dapat berkembang, maka harus dibarengi dengan infrastruktur penunjang. Di antaranya, WC, tempat parkir serta tempat kuliner.
“Jangan sampai berkunjung wisata ke Kotsel, tapi makanannya saja tidak ada,” kata Dama saat bersua di lokasi hutan mangrove Kotsel, Minggu (29/12).
"Selain itu kebersihan harus dijaga. Minimal harus ada tempat-tempat sampah biar pengunjung yang datang tidak buang sampah sembarangan," pungkasnya.
Sementara Ude Jawijar, salah satu pengunjung asal Desa Bulawan mengatakan, tempat wisata Hutan Mangrove Kotabunan Selatan begitu indah sehingga harus dijaga kebersihannya.
"Hutan Mangrove ini sangat indah. Pihak pengelola harus tetap menjaga kebersihan dan juga soal keamanan kalau perlu harus ada hansip," tutur Jawijar.
"Kemudian bagusnya setelah orang-orang pulang dari sini (Kotabunan Selatan, red) ada ole-ole buat pulang. Artinya ada makanan khas Kotabunan Selatan yang mereka bawah pulang," tutupnya. (Gazali Ligawa)



































