Cegah Penularan DBD, Puskesmas Labar Lakukan Fogging


Langowan, ME

Puskesmas Langowan Barat (Labar), Kabupaten Minahasa, Kamis (01/07/13), melakukan fogging atau pengasapan di Desa Noongan II setelah seorang warga di desa tersebut dilaporkan terserang penyakit Demam Berdarah (DBD).

 

Kepala Puskesmas Langowan Barat, Dr. Martini Oroh, menjelaskan, ketika mengetahui ada warga Desa di kecamatan tersebut yang terserang DBD beberapa waktu silam, pihak Puskesmas segera melakukan pengasapan untuk mencegah menularnya penyakit tersebut.

 

“Penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti, yang bila tidak segera ditanggulangi bisa menyebabkan penularan kepada warga lainnya,” jelas Oroh.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, salah satu penanggulangan untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut yaitu dengan melakukan pengasapan untuk membasmi jentik nyamuk sebagai bibit nyamuk dewasa yang menyebarkan DBD.

 

“Jika ada satu warga yang terkena DBD, maka radius 100 meter dari tempat warga terkena penyakit tersebut harus dilakukan pengasapan untuk mencegah menularnya penyakit ini kepada warga lainnya,” ujarnya.

 

Untuk itu dia mengharapkan, jika ada warga yang terkena penyakit DBD, segera melaporkan ke Puskesmas setempat agar secepat mungkin dapat ditanggulangi sebelum penyakit tersebut menyebar. Juga menurutnya, untuk membasmi penyakit DBD ini, perlu ada kerja sama dengan warga masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih agar nyamuk tidak berkembang biak dan menyerang warga lainnya.

 

“Penanggulangan perkembangan jentik nyamuk ini adalah dengan melakukan pola 3 M, yaitu menguras dan membersihkan tempat penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi wadah berkembang-biaknya jentik nyamuk,” Pungkasnya. (Jeksen Kewas)

 

Foto : Proses Pengasapan/Fooging Di Desa Noongan II



Sponsors

Sponsors