Dua Warga Elusan Positif Demam Berdarah, Dinkes Lakukan Fogging


Amurang, ME

Warga Desa Elusan, Kecamatan Amurang Barat resah lantaran mulai merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD). Dua warga dinyatakan positif terkena DBD dan harus mendapatkan perawatan insentif di rumah sakit. Mengatasi serangan DBD di desa itu, puluhan rumah warga dilakukan pengasapan fogging oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

"Fogging dan pengasapan dilakukan disekitar rumah warga yang terkena DBD dan radius seratus meter dari tempat berkembangnya nyamuk DBD. Itu yang dapat kita lakukan untuk pencegahan resiko terkena penyakit DBD," ujar Styven Umboh, Kapala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinkes Minsel, Kamis (29/9).

Selain dilakukan pemberantasan lewat fogging, dia mengatakan pihanya juga melakukan penyuluhan kepada warga cara mencegah berkembangnya nyamuk DBD. Menurut dia hal ini sangat penting agar masyarakat tahu bagaimana mengatasi DBD.

"Dalam mencegah berkembang biaknya jentik nyamuk, yang paling penting dan harus dilakukan adalah pembersihan sarang nyamuk (PSN) karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa bukan jentik. Dengan cara ini lebih efektif mencegah berkembangnya nyamuk DBD. Kita juga membagikan bubuk abate kepada masyarakat," jelasnya.

Untuk itu dia mengingatkan warga tetap waspada dan tetap siaga apalagi sekarang sudah musim penghujan dan pancaroba. Dimana curah hujan mulai meningkat akibatnya banyak tempat yang jadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD.

"Selain itu untuk mencegah berkembangnya nyamuk DBD kita juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan cara 3M plus, mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan plus hindari gigitan nyamuk, tidur pakai kelambu serta tidur memasang obat nyamuk," tambah Umboh.

Sementara itu Hukum Tua Desa Elusan, Frans Ampouw mengatakan penyebab berkembangnya nyamuk DDB dikarenakan banyak dari warganya sering menampung air untuk keperluan mereka. Dan tanpa disadari air yang ditampung tersebut menjadi sarang berkembangnya nyamuk DBD.

"Yang menjadi kendala sekarang adalah karena disini susah air, makanya banyak masyarakat menampung air dan itu berdampak pada berkembang biaknya nyamuk DBD. Kita sudah usulkan di Dinas PU untuk pengadaan proyek air bersih. Kita berharap ini bisa terealisasi agar kedepan kasus demam berdarah tidak terjadi lagi di sini," ujar Ampouw. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors