Dinkes Minahasa Imbau Warga Waspadai DBD
Tondano, ME
Khusus untuk tahun 2013 ini, daerah Sulawesi Utara khususnya Minahasa ada dalam siklus 5 tahunan yang memang biasanya sarat dengan wabah demam berdarah. Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Minahasa menghimbau seluruh warga Minahasa agar mewaspadai hal ini.
"Pada siklus 5 tahunan ini, biasanya jentik nyamuk penyebab DBD mudah berkembangbiak, dan ini harus diwaspadai masyarakat," Terang Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, Dr Yuliana Kaunang.
Lebih lanjut, Kaunang menjelaskan, untuk tahun 2013 ini tercatat sudah ada 85 Kasus DBD yang tersebar di berbagai daerah di Minahasa, terhitung sejak bulan Januari sampai Juni. Untuk mencegah lebih meluasnya penyakit tersebut, dia mengakui bahwa pihak Dinkes sendiri telah melakukan upaya seperti melakukan vogging (pengasapan) pada beberapa titik rawan penyakit DBD yang ada di daerah Minahasa.
"Pemberantasan nyamuk dewasa melalui vogging dilakukan setiap hari di berbagai daerah-daerah di Minahasa. Khusus untuk hari ini, proses vogging sendiri dilakukan di Desa Seretan,” Ucapnya.
Namun begitu dia menjelaskan, proses pengasapan tersebut hanya untuk membunuh nyamuk dewasa namun tidak untuk jentik-jentik nyamuk. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar masyarakat tetap melakukan pencegahan dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan juga tetap melakukan pola 3 M yaitu menutup, menguras serta mengubur barang-barang bekas yang tidak dipergunakan.
"Untuk memberantas jentik nyamuk penyebab DBD, itu butuh kesadaran dari masyarakat sendiri. Oleh sebab itu untuk melakukan pencegahan dini, warga diharapkan tetap melakukan pola 3 M atau dengan membubuhkan air dengan bubuk abate yang dibagikan secara gratis oleh Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (Jeksen Kewas)



































