Warga Kotabunan Bulawan Tolak Perusahaan Tambang PT ASA


Kotabunan, ME

Arus penolakan dari warga menghantam aktifitas perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas yakni PT Arafura Surya Alam (ASA). Beragam nada-nada tegas dilontarkan warga yang berada di wilayah sekitar tambang.

Yusup Lamaluta (38) warga Kotabunan Induk, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengatakan PT ASA tidak bisa berproduksi di Kotabunan. Menurutnya lokasi pertambangan sangat dekat dengan pemukiman warga. 

"Kami menolak kalau PT ASA berproduksi di sini (Kotabunan-red). Lokasinya berada ditengah pemukiman warga dan dampak negatifnya pasti akan dirasakan warga," tegas mantan calon sangadi urutan dua ini, Jumat (7/4/2017).

Jamil, warga Kotabunan Barat (Kobar) mengatakan PT ASA tidak akan berproduksi di Desa Kotabunan. 

"Kalau saya tidak ada penolakan karena saya yakin perusahaan ini tidak akan berproduksi. Alasanya tambang cuma di belakang "dapur". Perusahan cuma ambil sampel, lama-lama lokasi "Panag" jatuh," singgungnya.

Warga Desa Bulawan yang tidak mau namanya dipublikasi mengatakan, warga yang menyetujui PT ASA berproduksi di Kotabunan, kurang lebih hanya 30 persen. 

"Warga yang setuju dengan adanya perusahaan hanya sekitar 30 persen dan yang menolak sekitar 70 persen," sambung sumber. 

Pantauan ManadoExpress.co lokasi yang menjadi prioritas untuk diolah PT ASA, berdekatan dengan rumah-rumah warga. Bahkan rumah ibadah seperti Masjid, sangat dekat dengan lokasi tersebut. (matt rey kartoredjo)



Sponsors

Sponsors