Air Terjun Tawaang Yang Mempesona
Amurang, ME
Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dikenal sabagai destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Utara. Daerah ini banyak menyimpan air terjun yang mempesona. Salah satunya Air Terjun Tawaang. Meski sudah ada akses jalan, air terjun ini ternyata masih jarang dikunjungi para wisatawan.
Letaknya di perkebunan Poopo Telu, Desa Elusan, Kecamatan Amurang Barat. Akses untuk mencapai lokasi para pengunjung harus berjalan menuruni jalan setapak kurang lebih 2 kilometer. Air terjun ini dikelilingi pohon kelapa dan memiliki ketinggian sekitar 60 meter.
Sebelum tiba dilokasi, para pengunjung masih akan menyebrangi sungai Ranoyapo yang agak deras sedalam paha orang dewasa. Disarankan untuk datang ke air terjun ini sebaiknya pada saat cuaca cerah, karena saat hujan air sungai akan meningkat dan tidak bisa disebrangi.
Setelah berjalan kurang lebih 30 menit rasa lelah akan terbayar dengan pemandangan air terjunnya yang sangat indah. Dibalik air yang jatuh terdapat susunan batu yang berbentuk persegi empat yang tersusun rapih dari atas hingga ke bawah.
Keindahan air terjun ini dilengkapi dengan sebuah gua disisi kiri yang menjadi sarang kelelawar. Memang lukisan alam yang sungguh luar biasa. Selain air terjunnya yang sangat indah, sungai Ranoyapo dilokasi itu juga bisa dijadikan tempat arum jeram.
Hukum Tua (Kumtua) Desa Elusan, Frans Ampow memiliki keinginan untuk mengembangkan tempat ini agar lebih dikenal luas. Menurut dia ini merupakan potensi pariwisata yang layak dikembangkan karena bisa mendatang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Tahun lalu tempat ini sudah pernah dikunjungi mahasiswa UGM Jokjakarta. Mereka sangat terkagum-kagum dengan air terjun ini," ungkap Apouw.
Dia menjelaskan dari kunjungan para mahasiswa UGM, mereka menyarankan dibangunnya kereta gantung agar lebih mempermudah pengunjung sampai sekaligus melihat keindahan air terjun dari atas. Menurut mereka air terjun ini mirip seperti di daerah mereka dan sudah dikelolah pemerintah.
"Mereka menilai sangat disayangkan jika potensi ini tidak dikelola karena dapat menyumbang PAD," kata Ampow.
Dia mengungkapkan berdekatan dengan Air Terjun Tawaang masih terdapat tiga air air terjun yang jaraknya 500 sampai 1000 meter. Tiga air tejun itu adalah, Air Terjun Sue, Air Terjun Rano Sui dan Air Terjun Koili. Untuk mengembangkan pariwisata air terjun ini, dia mengungkapkan membutuhkan perhatian pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi.
"Kita sudah pernah membuka akses jalan dengan menyewa alat berat. Dinas Pariwisata kabupaten juga sudah pernah meninjau lokasi ini. Kami berharap pemerintah bisa melihat potensi ini dan dapat mengembangkannya agar menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa menyumbang PAD," pungkasnya. (jerry sumarauw)



































