Jatmiko: Tidak Benar Ada Perusakan Situs Wisata Batu Kapal


Tenga, ME

Adanya dugaan perusakan situs wisata Batu Kapal saat pembangunan pelabuhan pangkalan LPG Pertamina di Desa Sapa Barat, Kecamatan Tenga dibantah PT MGPL sebagai penanggungjawab proyek.

Humas PT MGPL, Jatmiko saat ditemui manadoexpress.co menegaskan tidak melakukan perusakan situs wisata Batu Kapal. Menurut dia kabar tersebut tidaklah benar.

"Tidak diutak atik sama sekali. Tidak pernah kami melakukan perusakan," ungkap Jatmiko saat memberi keterangan, Kamis (2/3).

Sebelum proyek pembangunan ini dimulai dia mengatakan pihaknya sudah menjalankannya sesuai prosedur yakni dengan melakukan sosialsasi dalam dua tahap. Pertama dilakukan di Pemda Minsel dengan melibatkan dinas terkait dan kedua dengan masyarakat Desa Sapa Barat dan pemerintah kecamatan.

"Dalam melaksanakan proyek kita menjalankannya sesuai dengan perjanjian yang disampaikan kepada Pemda dan masyarakat bahwa tidak akan merusak situs wisata ini," jelas Jatmiko.

Bahkan dia mengungkapkan, untuk mempermudah warga yang ingin berkunjung ke situs wisata ini, pihaknya akan membuat dua jalan baru.

"Karena kebutuhan warga dibuat juga jalan tembus ke Batu Kapal. Tidak pernah kita menghalangi dilarang masuk. Bahkan disini setiap hari minggu sangat ramai dengan pengunjung," terangnya.

 

"Kami saja mengadakan proyek, tenaga kerjanya 60 persen tenaga kerja lokal. Kalau kami melakukan perusakan mereka pertama yang akan menegur kami.," tambah Jatmiko. (jerry sumarauw)

Adanya dugaan perusakan situs wisata Batu Kapal saat pembangunan pelabuhan pangkalan LPG Pertamina di Desa Sapa Barat, Kecamatan Tenga dibantah PT MGPL sebagai penanggungjawab proyek. Humas PT MGPL, Jatmiko saat ditemui manadoexpress.co menegaskan tidak melakukan perusakan situs wisata Batu Kapal. Menurut dia kabar tersebut tidaklah benar. "Tidak diutak atik sama sekali. Tidak pernah kami melakukan perusakan," ungkap Jatmiko saat memberi keterangan, Kamis (2/3). Sebelum proyek pembangunan ini dimulai dia mengatakan pihaknya sudah menjalankannya sesuai prosedur yakni dengan melakukan sosialsasi dalam dua tahap. Pertama dilakukan di Pemda Minsel dengan melibatkan dinas terkait dan kedua dengan masyarakat Desa Sapa Barat dan pemerintah kecamatan. "Dalam melaksanakan proyek kita menjalankannya sesuai dengan perjanjian yang disampaikan kepada Pemda dan masyarakat bahwa tidak akan merusak situs wisata ini," jelas Jatmiko. Bahkan dia mengungkapkan, untuk mempermudah warga yang ingin berkunjung ke situs wisata ini, pihaknya akan membuat dua jalan baru. "Karena kebutuhan warga dibuat juga jalan tembus ke Batu Kapal. Tidak pernah kita menghalangi dilarang masuk. Bahkan disini setiap hari minggu sangat ramai dengan pengunjung," terangnya. "Kami saja mengadakan proyek, tenaga kerjanya 60 persen tenaga kerja lokal. Kalau kami melakukan perusakan mereka pertama yang akan menegur kami.," tambah Jatmiko. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors