BNPB Sulut Peringatkan Warga Agar Waspada Terhadap Cuaca Ekstrim
Manado,ME
Akhir-akhir ini Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sering di guyur hujan dan angin baik dengan intensitas sedang maupun Tinggi. Ini kemungkinan besar akan berdampak bagi masyarakat yang tingggal di bantaran sungai atau tingal di tempat rawan longsor.
Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) Sulut, Hoyke Makarawung saat jumpa media, Rabu (17/07/13) mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Untuk itu, saat ini pemerintah provinsi lewat BNPB sulut menghimbau agar lebih berhati-hati dalam menyambut datangnya cuaca ekstrim ini.
"Sebagaimana kita alami pada bulan Januari dan bulan Februari 2013, dibeberapa lokasi kabupaten/kota terjadi banjir dan tanah longsor, tentu pasti kita semua tidak mau terjadi kembali hal serupa, pihak kami selalu berkoordinasi dengan BNPB Kab/Kota di sulut”, tutur Makarawung.
Ditambahkannya, sejak kemarin kami sudah memantau daerah rawan banjir dan tanah longsor seperti di daerah Tanawangko, Tinoor dan tempat rawan banjir seperti di Manado dan beberapa titik rawan terjadi hal yang tidak inginkan.
“Memang kita tidak tahu kapan banjir dan tanah longsor datang, apalagi pada malam hari dan daerah dengan kemiringan diatas 20%, untuk itu tetap waspada dan hati-hati dan tetap memantau”, ujar Hoyke.
Di sisi lain BMKG menuturkan, hujan yang terjadi dikarenakan penumpukan awan sehinga terjadi hujan dengan intensitas sedang maupun lebat yang disertai angin. Ketika di tanya sampai kapan hujan dan angin seperti ini akan berlangsung, pihak BMKG mengatakan, kejadian seperti ini adalah faktor alam biasanya siang hari hujan akan berhenti. (Kenny Tulangow)
Foto : Kepala BNPB Sulut, Hoyke Makarawung.(Ist)



































