Landjar: Warga Sangihe Jangan Merasa Kecil di Boltim


Motongkad, ME

Pesta adat Suku Sangihe yakni Tulude berlangsung meriah. Acara yang berlangsung di Desa Jiko Utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) beberapa hari lalu dihadiri oleh Bupati Boltim, Sehan Landjar, Wakil Bupati Boltim Rusdi Gumalangit, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah bersama jajaran pejabat dan PNS Boltim.

Landjar dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Jiko yang sudah menggelar pesta adat Tulude ini. 

”Terimakasih kepada seluruh masyarakat Boltim berdarah Nusa Utara yang sudah menggelar pesta adat ini,”ujar Eyang sapaan akrab Bupati Boltim ini.

Eyang juga menjelaskan secara singkat perjalanan warga Sangihe yang sampai ke Tanah Totabuan, khususnya di Boltim.

Dikatakannya pesta adat ini mampu membuka mata kita akan kekayaan budaya Sulawesi Utara. 

”Adanya Tulude ini mampu membuka mata kita, bahwa indonesia terlebih Boltim kaya akan budaya. Kearifan lokal adat Tulude sebagai salah satu identitas keragaman budaya untuk pemersatu rakyat, terutama rakyat Boltim," ujarnya.

Orang Boltim keturunan Sangihe sudah cukup lama didaerah ini. Sejak Tanohe, Putra Mokodompit yang lahir di tanah Sangihe datang mencari asal usul keluarganya. Dia berlabu di Bantong Togid, Ia diterima oleh nenek moyang daerah itu. Hal ini menjadi bagian dari sejarah singkat perjalanan rakyat Sangihe,” tambahnya.

Dijelaska Landjar, adat ini tidak boleh hilang dari Boltim. 

”Satu kebanggaan bagi pemerintah, walaupun telah jauh tinggalkan tanah leluhur, tapi mereka tidak meninggalkan adat mereka. Tulude adalah bagian dari roh dan budaya kearifan lokal masyarakat Boltim yang multi etnis ini,"ungkap bupati dua periode itu.

Eyang menyampaikan kepada masyarakat bedarah Sangihe agar tidak merasa kecil di Boltim. Selama ini dia sudah yang kedua kalinya diberikan kehormatan menggunakan pakaian Raja Nusa Utara. 

”Satu kehormatan yang sangat tinggi bagi saya bersama Wakil Bupati Boltim, karena saat ini menggunakan pakaian Raja Nusa Utara. Saya ingatkan kepada kalian, agar jangan merasa kecil hati bahwa kalian hanya datang di Boltim. Kalian adalah warga boltim. Saya berharap cara adat ini harus dilakukan setiap tahun. Kita akan buatkan peraturan daerah (Perda) sebagaimana permintaan masyarakat Sangihe,” terangnya.

Landjar mengatakan acara adat ini tetap dilaksanakan setiap tahunya. Pihaknya akan lestarikan dan adat budaya lainya seperti maengket, kabasaran, tari adat Mongondow Karibombang, dayango dari gorontalo, dan ada kuda lumping, reok dari Jawa. Semua akan dikembangkan, menjadi kekayaan budaya Boltim. (Advetorial)



Sponsors

Sponsors