FPI Larang Jemaat KGPM Pulomas Beribadah


Jakarta, ME

Sekira 300 anggota jemaat KGPM Sidang Daniel Pulomas, Jakarta Timur mendapat kado Natal yang tidak menyenangkan. Dalam beberapa pekan terakhir mereka beberapa kali terusir setiap kali ingin melaksanakan ibadah.

Derra Supit, jemaat pada gereja tersebut saat diwawancarai manadoexpress.co, Rabu (21/12/2016) menceritakan kisah pilu mereka dimulai beberapa bulan lalu saat Pemprov DKI Jakarta memutuskan akan membongkar mess joki didalam kawasan Pacuan Kuda Pulomas. Lokasi tersebut umumnya didiami warga Kawanua yang bekerja sebagai pengurus kuda. Didalam lokasi itu berdiri bangunan gereja KGPM Sidang Pulomas Jakarta.

Berbeda dengan penggusuran ditempat lain di Jakarta, saat itu warga Kawanua secara sukarela mengikuti instruksi pemerintah dan dipindahkan ke rumah susun Pulo Gebang. Namun saat itu bangunan tempat tinggal warga langsung dihancurkan dan menyisakan gedung gereja yang masih berdiri disekitar puing-puing bangunan.

Memasuki Desember 2016 gejolak berkaitan lokasi gereja mulai meningkat. Bangunan gereja yang awalnya berusaha dipertahankan kini diproses untuk dihancurkan. Jemaat tetap patuh pada kebijakan pemerintah, namun dengan beberapa kesepakatan yang diambil bersama.

"Awalnya PT Pulomas Jaya sebagai pengelola lokasi tersebut menyetujui permintaan untuk menyediakan tempat ibadah sementara pada sebuah ruko dekat lokasi gereja. Namun Front Pembela Islam (FPI) melakukan penolakan tempat ibadah sementara itu," ujarnya.

Supit menceritakan rencana pemindahan barang-barang dari gereja ke ruko tersebut dibatalkan karena ada penolakan FPI.

"Kami kehilangan tempat untuk beribadah karena tidak bisa kembali ke bangunan gereja lama. Jemaat tidak lagi memiliki tempat untuk berkumpul," ujarnya.

Akibat kondisi ini sekira 300 jemaat KGPM Sidang Daniel Jakarta harus beribadah di jalan dekat bangunan gereja. Ibadah tersebut dilaksanakan pada 11 dan 18 Desember 2016.

"Semua jemaat yang mengikuti ibadah di jalan ini sangat sedih. Kami meratapi nasib kenapa abis pemerintah ini harus tunduk pada ormas FPI," katanya.

Dalam perjalanan pergumulan ini jemaat terus berupaya membangun komunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Timur. Titik terang mulai nampak karena pemerintah akan menyiapkan tempat ibadah di Rusun Pulo Gebang yang menjadi tempat relokasi warga Kawanua.

"Pemerintah sudah janjikan akan membangun tempat ibadah di Rusun Pulo Gebang dan nantinya akan dikelola jemaat KGPM Sidang Pulomas. Semoga tidak ada aksi penolakan dari ormas. Kami butuh tempat untuk beribadah, apalagi saat Natal," ujar Supit. (lucky kawengian)



Sponsors

Sponsors