Foto: Penandatanganan MoU.
Miftahul Khoir Buyat Jadi Cabang ke-7 Ponpes Tebuireng Jombang
Kotabunan, ME
Penandatanganan Memorandum of Understading (MoU) antara Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, KH Salahudin Wahid dengan Pengurus Yayasan Miftahul Khoir Desa Buyat, Kiai Abdurrahman Modeong, dilaksanakan pada Rabu (26/10).
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar SH mengatakan, selain membuka cabang PonpesTebuireng ke-7, MoU itu juga bertujuan melaksanakan pengembangan dan paningkatan kualitas lembaga pendidikan pesantren dan guru Pembina.
"Kirannya MoU ini dapat menjadikan Pesantren Miftahul Khoir Desa Buyat sebagai cabang yang ke-7 dari Ponpes Tebuireng. Ini pasti akan memotivasi dan mendorong kita semua, terutama para orangtua untuk tidak memandang sebelah mata lagi terhadap pesantren," Kata Landjar dalam sambutannya.
Sementara, Salahudin yang juga suadara kandung dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengharapkan, MoU itu dapat ditindaklanjuti dengan implementasi yang nyata. Adik kandung mantan Presiden RI ke-4 ini menyampaikan, pihaknya akan memberikan bantuan, di antaranya tenaga pengajar dan kurikulum materi keagamaan.
"Kami akan mengirim Ustads atau bila dibutuhkan Ustadza sebagai tenaga pengajar dengan ikatan dinas. Kami punya 13 Ma’had Aly (Perguruan Tinggi Keagamaan Berbasis Pesantren) yang baru diresmikan Menteri Agama RI," terang Gus Solah sapaan akrab Salahudin.
Diketahui, kegiatan ini juga dirangakaikan dengan penandatanganan piagam kerja sama terkait pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, antara Rektor Institut Agama Islam Negeri, Dr Hj Rukmina Simbala dengan Bupati Landjar. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Ir Hi Muhammad Assegaf, Kakan Kemenag Boltim, unsure Forkompinda, sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Boltim serta masyarakat Buyat Bersatu. (matt rey kartoredjo)



































