Dituding Arogan Klaim Tanah, Ini Kata Pemdes Kobar


Kotabunan, ME

Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTS) Negeri Kotabunan, Sakila Ambarak menuding, Pemerintah Desa (Pemdes) Kotabunan Barat (Kobar) arogan, seenaknya mengklaim tanah milik Kementerian Agama (Kemenag) Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Terkait hal ini, Sekretaris Desa Kobar, Wahyudi Damopolii bertutur, pihaknya telah berkonsultasi dengan Kemenag Boltim. Katanya, jika dilihat dari sejarahnya, tanah itu merupakan jalan desa. Hanya saja di kemudian hari, sejumlah pemilik telah menjual bidang tanah tersebut ke MTS Negeri Kotabunan.

"Kami sudah menghubungi Kepala Kemenag Boltim. Akan tetapi, jawaban mereka mengatakan ini harus mengikuti prosedur. Surat dari desa ke Kemenag Boltim akan diteruskan ke Kantor Wilayah Sulut, hinggu ke Kemenag RI. Begitu juga proses baliknya," jelas Damopolii.

Menurut Dia, proses seperti itu terlalu lama. Pemdes Kobar pun mengambil kebijakan untuk segera melaksanakan pekerjaan jalan. Langkah awalnya, melakukan penimbunan material di tengah jalan, termasuk bagian depan pintu masuk MTS Kotabunan.

"Kalau tidak seperti itu, pekerjaan jalan ini tidak akan selesai dan dana desa juga sudah habis. Kami tidak mengklaim tanah MTS, namun hanya ingin meluruskan jalan. Soal material tersebut, silahkan tanya ke Kepala Dusun (Kadus) II," sebutnya. 

Ketika dikonfirmasi terakait posisi timbunan material, Kadus II Desa Kobar, Hamdan Mamonto menyebutkan, itu termasuk lahan proyek jalan. "Lokasi di depan MTS itu merupakan titik nol pekerjaan. Lagi pula, sertifikat mereka masih dipertanyakan," singkat Mamonto yang juga pengawas proyek. (matt rey kartoredjo)



Sponsors

Sponsors