Oknum Guru Tak Tunaikan Kewajiban, Kepsek Disalahkan


Kotabunan, ME

Oknum guru SSD alias Sri di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur diketahui sering bolos mengajar. Beredar kabar, perilaku buruk itu sengaja dilakukan SSD dengan tujuan untuk menyalahkan Kepala Sekolah (Kepsek).

Belum lama ini, oknum guru tersebut sempat mengeluhkan persoalan ini kepada sejumlah media. Katanya, Kepsek SMA Negeri 1 Kotabunan tidak memberikan dirinya, jam mengajar sejak awal tahun pelajaran 2015-2016. Ia pun mengaku didepak dari sekolah.

Kepsek SMA Negeri 1 Kotabunan, Dra Sriwati Napu saat dikonfirmasi, menepis masalah ini dan menuturkan, dirinya tidak pernah mengeluarkan SSD dari sekolah.

"Dia itu tukang bohong dan pembuat onar di sekolah ini. Buktinya, sampai sekarang posisi Kepala Perpustakaan masih milik SSD. Kepala Perpustakaan itu dihitung 12 jam ditambah dengan 8 jam mengajar mata pelajaran ekonomi di kelas," jelas Napu kepada manadoexpres di ruang kerjanya, Kamis (25/8).

Kepsek menambahkan, sejak 11 Juli 2016 hingga saat ini, yang bersangkutan hanya datang 1 kali saja. Itu pun hanya mampir sebentar, kemudian pergi ke salah satu toko bangunan di wilayah sini. Dijelaskan Kepsek, pada saat rapat pembagian jam mengajar, oknum guru ini tak hadir. Saat itu, 1 minggu sebelum SSD mengikuti pelatihan pengawas di Manado.

"Sekarang Dia sendiri bilang, saya yang tidak memberikan jam mengajar kepadanya, itu kan aneh. Di kala ujian semester genap lalu, Dia tidak mau membuat soal dan memeriksa jawaban, malah siswa diberikan nilai," cetusnya.

Terungkap, oknum bersangkutan merupakan guru profesional yang sudah bersertifikasi. Jadi pertanyan besar, SSD yang tidak masuk mengajar, bagaimana bisa menerima Tunjangan Sertifikasi Guru (TSG). Sedangkang syarat menerima TSG, yakni guru harus 24 kali mengajar dalam seminggu.

"Tudingan SSD kepada saya, semuanya  tidak beralasan. Nah sekarang saya yang dituduh macam-macam, sedangkan jam mengajarnya tidak mencukupi untuk menerima TSG," bebernya.

Ditambahkan Kepsek, oknum guru yang bersangkutan, sampai sekarang tidak pernah masuk sekolah. Tuturnya, mengantisipasi agar siswa tidak rugi pelajaran, maka jam belajar untuk sementara diisi oleh guru honor. (matt rey kartoredjo)



Sponsors

Sponsors