Foto: Kadispend Boltim, Yusri Damopolii.
Full Day School Tak Cocok di Boltim
Tutuyan, ME
Polemik wacana Full Day School atau sekolah sehari penuh, tuai nada sumbang dari tokoh pendidikan Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispend) Boltim, Yusri Damopolii mengatakan, wacana ini patut dikaji kembali. Itu hanya cocok untuk daerah perkotaan. "Bagi Kabupaten Boltim, itu harus dipertimbangkan sematang mungkin. Soalnya, tingkat pemahaman pendidikan orang tua kepada anak masih rendah," ujar Damopolii.
Ia menambakan, Boltim tidak sama seperti kota besar. Anak-anak masih membutuhkan waktu untuk bermain. Kita hendaknya memberikan anak-anak kebebasan dalam kebersamaan dengan orang tua.
"Saya pikir, jika itu diterapkan secara nasional, maka Boltim belum siap. Apalagi beban kerja guru pasti akan meningkat. Belum lagi soal kompensasi terhadap guru atas penambahan jam, apakah sudah dipertimbangkan?," ungkap Damopolii sembari mempertanyakan soal kesiapan pemerintah pusat.
Diketahui, belajar satu hari penuh ini diwacanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Efendy. (matt rey kartoredjo)



































