115 CPNSD Mengikuti Diklat
Tutuyan, ME
Sebanyak 115 Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) yang dinyatakan lulus di tahun 2015 lalu, mulai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan Golongan III sebagai peserta.
Kegiatan yang digelar di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tutuyan ini dibuka secara resmi Wakil Bupati Boltim, Rusdi Gumalangit yang turut dihadiri oleh Kepala Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) DR Noudy Tendean SIP MSi, dan para pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim.
Dalam kesempatan itu, Papa Keken, sapaan akrab Wabub mengatakan dalam pelaksanaan diklat para peserta dituntut untuk dapat membentuk sikap, mental, dan kepribadian yang berdedikasi serta profesional sejalan dengan visi misi daerah. "Dan hanya melalui sosok-sosok yang berperilaku baik, memiliki ketaatan dan kepatuhan, bermoral dan bermental baik serta profesional yang menjadi penentu keberhasilan suatu daerah," ujar Wabup.
Ia menambahkan, sebagai aparatur negara, PNS mempunyai peranan penting untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. "Diselenggarakannya Diklat ini, selain implementasi Visi dan Misi Boltim untuk meningkatkan sumberdaya aparatur, juga untuk membentuk sikap dan perilaku kalian menjadi lebih baik. Sebab salaku Aparatur Negara, tentunya PNS mempunyai peran penting dalam penyelenggaraan roda pemerintahan," paparnya.
Dirinya juga menegaskan, agar para peserta mengikuti pelaksanaan Diklat dengan penuh kesungguhan, sebab menurutnya, Diklat akan memberikan wawasan, membentuk karakter serta mindset dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai aparatur sipil negara. "Kegiatan ini sangat penting artinya, jangan dianggap ini sekedar formalitas saja. Manfaatkan sebagai kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan serta bekal dalam rangka menanamkan kedisiplinan yang dapat menunjang kinerja selaku abdi negara dan abdi masyarakat," tegas Gumalangit
Diketahui, dari 115 orang CPNS yang mengikuti kegiatan ini, salah satu peserta di antaranya berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Selama 33 hari kerja, para peserta akan diberikan materi yakni Akuntabilitas PNS, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. (matt rey kartoredjo)



































