Modeong: Sudah Tidak Adalagi Kata SERU dan SMILE
Kotabunan, ME
Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada tanggal 9 desember lalu, sampai saat ini aroma 'kebencian' masih tercium di dua kubu, antara SERU dan SMILE.
Di Desa Buyat Kecamatan Kotabunan misalnya, sampai hari ini masyarakat masih terkotak kotak. Masih terdengar 'letupan-letupan' masyarakat yang membedakan SERU dan SMILE. Hal itu terlihat ketika masyarakat Buyat Bersatu menggelar Hari Raya Katupat (HRK). Ribuan pendukung SMILE terpantau manadoexpress.co, menggelar HRK khusus, yang dipusatkan di kediaman Hi Anto Modeong.
Menurut Sangadi (Kepala Desa) Buyat 2, Isnaini Modeong, dirinya sudah beberapa kali memberikan himbauan kepada masyarakat terkait Pilkada Boltim beberapa waktu lalu, agar selalu menjaga tali silaturahim. "Sudah berulang kali dihimbau kepada masyarat agar selalu menjaga tali silaturahim. Pilkada sudah selesai, jadi tidak ada lagi yang namanya SERU dan SMILE," ujar mantan Pegawai Sari ini.
Kondisi tersebut ternyata berpengaruh bagi pemerintahannya di desa. Sampai sekarang masih ada masyarakat yang tidak mau melaksanakan kewajiban mereka terhadap pemerintah desa. "Apa kita mo bilang pa dorang, dorang so nda mo dengar. Bahkan ada yang ba bilang, kacuali Sangadi so taganti, baru kita mo ba dengar," jelas Modeong kepada manadoexpress.co.
"Tapi, biar ngoni month bagila di bawah, nyanda mo tagoyang di atas," sindir Sangadi vokal ini.
Nada kesal sempat keluar dari sejumlah masyarakat Buyat. Mereka mengatakan, masyarakat yang sengaja melawan pemerintah desa seharusnya dikeluarkan dari daftar kependudukan, agar tidak menghambat proses pembangunan di desa. (matt rey kartoredjo)



































