Mokodompis: Bersabar Sampai 2017

Proposal Tak Kunjung Direspon, Petani Mengeluh ke Bupati


Tutuyan, ME

Warga mempertanyakan soal proposal yang masuk pada tanggal 10 Februari tahun 2015 lalu di Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) sampai sekarang tidak ada apresiasi dari dinas terkait. Menurut Hairun M Yusup, proposal yang yang dinamakan 'Laser Jaya' itu, untuk meminta mesin paras, namun sampai sekarang tidak ada tanggapan dari Dinas tersebut.

 

"Sudah dari tahun 2015 proposal telah masuk tapi sampai memasuki tahun 2017, tidak keluar apa yang kami minta," terang M Yusup.

 

Bahkan M Yusup kecewa, karena diduga Proposal sudah dibuang. "Sampai sekarang apa yang kami minta melalui proposal, tidak keluar-keluar, bahkan proposalnya sudah dibuang. Ini akan saya tuntut," tegas Hairun M Yusup, yang juga Ketua RT Dusun 5 Kotabunan Induk.

 

Menurutnya, hal ini sudah dilaporkan ke Bupati Sehan Landjar SH. "Saya sudah laporkan hal ini ke Bupati dan bupati bilang abil saja proposal itu. Tapi setelah saya cek, ternyata proposal sudah tidak ada," ujarnya.

 

Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini ia akan kembali ke Dispertanak untuk mengambil kembali proposal yang ia masukkan.

 

Terpisah, Kepala Dispertanak, Hj Ramlah Mokodompis SP, saat dikonfirmasi manadoexpress.co, Rabu (11/5), ia mengatakan proposal 'Laser Jaya' seingatnya masih ada. "Proposal Laser Jaya seingat saya masih ada, itu tidak hilang," terang Mokodompis.

 

Menurutnya, pihaknya akan turun ke lapangan untuk melihat keabsahan. "Kami akan cek dulu di lapangan untuk melihat keabsahannya. Misalnya kalau petani mempunyai tanaman kelapa dan ada jagung di bawah pohon kelapa dan petani minta mesin paras, otomatis saya berikan," beber Mokodompis.

 

"Jadi terkait keluhan Hairun M Yusup tentang proposalnya, itu tidak hilang. Kami akan prioritaskan tapi nanti tahun 2017," kunci Mokodompis. (matt rey kartoredjo)



Sponsors

Sponsors