Foto: Para Sangadi di Desa Bulawan raya yang terlibat langsung dalam penanaman terumbu karang di Pulau Kumeke.
Para Sangadi Kawal KPA Biosfer
Tanam Terumbu Karang di Kumeke
Kotabunan, ME
Peringati Hari Bumi sedunia, Komunitas Pencinta Alam (KPA) Biosfer Kecamatan Kotabunan Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melakukan penanaman puluhan terumbu karang di Pulau Kumeke Desa Kotabunan, Minggu (24/4). Menariknya, program para pemuda pencinta Boltim ini mendapat dukungan dari sejumlah pemerintah desa yang ada di Desa Bulawan Kecamatan Kotabunan.
Sangadi (Kepala Desa) Bulawan Satu, Haris Lasambu, yang turut serta dalam acara tersebut, mengaku sangat mendukung upaya KPA Biosfer sebagai wujud melestarikan kembali terumbuh karang yang sudah rusak. "Sebagai pemerintah Desa Bulawan, saya sangat mendukung dengan adanya upaya-upaya seperti ini. Karena adik-adiklah yang menerima atau membawa tongkat estafet dari pemerintah sekarang ini, khususnya Desa Bulawan Satu dan pada umumnya Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang kita cintai," kata Papa Egi, sapaan akrab Lasmabu saat memberikan sambutan.
Menurutnya, apa yang dilakukan KPA Biosfer ini, sangat bermanfaat. "Kami dari ketiga desa baik Bulawan satu, Bulawan Dua dan Bulawan Induk, siap mendukung. Sekiranya ada pemikiran-pemikiran yang lebih baik lagi, maka konsultasikan dengan ketiga Sangadi dan kami siap mendukung apa yang adik-adik lakukan demi kelestarian alam," pungkasnya.
Di samping melestarikan alam ini, menurut Sangadi Bulawan Satu, ini juga menghasilkan satu pahala. "Allah memerintahkan umat-Nya untuk menjaga alam ini. Karena barang siapa yang merusak alam, maka Allah sangat melaknat," jelas mantan pesepak bola ini.
Lasambu berharap agar semua komponen masyarakat bisa menjaga kelestarian alam ini. "Mudah-mudahan aksi seperti ini akan sampai ke desa-desa tetangga dan akan meluas ke sejumlah desa yang ada di Bolaang Mongondow Timur," jelasnya Berharap.
Acara tersebut dibuka oleh Sangadi Bulawan Satu, Haris Lasambu, didampingi Sangadi Bulawan Dua Naini Muhamad dan Sangadi Bulawan Induk, Eman Lendongan Hasan, serta puluhan anggota Komunitas Pecinta Alam. (matt rey kartoredjo)



































