Foto: Sehan Landjar.
Landjar: Ini Pembelajaran Demokrasi
Kritisi Proses Pilkada Boltim 2015
Tutuyan, ME
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar SH, kritisi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Boltim akhir 2015 lalu. Hal itu disampaikannya saat Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Boltim tahun anggaran 2015 serta pengajuan empat buah peraturan daerah sebagai usul inisiatif ekekutif, di DPRD, Rabu (13/4).
Di hadapan sidang paripurna yang terhormat, Eyang, sapaan akrab Bupati Landjar menuturkan, Pilkada lalu berjalan lancar namun ada beberap hal yang menodai demokrasi.
"Pelaksanaan Pilkada tahun 2015 yang lalu telah kita lalui dengan aman, lancar dan sukses. Walaupun masih terdapat fakta-fakta yang tidak bisa kita pungkiri, masih banyak terdapat hal-hal yang menodai nilai-nilai demokrasi," kata Eyang.
Menurutnya, pengalaman itu menjadi pembelajaran demokrasi. "Ini adalah suatu pembelajaran demokrasi yang tidak sehat bahkan cenderung mematikan demokrasi yang sesunggunya, yang seharusnya punya nilai-nilai dan etika yang terpuji. Karena dari fakta yang ada, pelaksanaan Pilkada 9 Desember yang lalu, sangat didominasi oleh implikasi negatif," kata Eyang.
"Karena saat pelaksanaan Pilkada yang lalu, masih ada praktek-praktek uang atau money politik yang tentu sangat menyesatkan nilai-nilai demokrasi itu sendiri," paparnya.
Bupati menegaskan, berkat masyarakat masih menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, Pilkada bisa berjalan sukses. "Saking besarnya dukungan semua masyarakat terhadap suksesnya Pilkada 9 Desember 2015, terciptalah situasi yang kondusif itu. Karena masyarakat Boltim masih menjunjung tinggi aturan main dan masih menjunjung tinggi harkat dan martabat serta harga dirinya sebagai manusia yang tidak dapat dibeli atau dipengarui dengan sejumlah uang," pungkasnya. (matt rey)



































