Lingkungan Pendidikan Boltim Banyak Perubahan

Absen Sidik Jari Diberlakukan


Tutuyan, ME

Suasana berbeda mulai dialami para abdi negara yang bernaung di bawah lingkungan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terutama para guru, setelah diberlakukan absen sidik jari di sekolah-sekolah negeri.



Diakui, terlihat banyak perubahan di sejumlah sekolah yang ada di Boltim. Hal ini diungkapkan langsung Kepala Diknas, Yusri Damopolii S.Pd, MM, saat ditemui di ruang kerjanya.


"Dengan adanya absen sidik jari ini, para guru yang ada di Bolaang Mongondow Timur lebih terlihat disiplin. Karena efek dari aplikasi ini tidak ada toleransi. Kalau  lewat dari jam yang ditentukan, akan diangap alpa," kata Damopolii.



Absen sidik jari ini diyakini akan mampu mendorong para PNS semakin disiplin. "Kemungkinan besar tidak ada lagi yang akan terlambat. Semua akan terus berusaha datang tepat waktu," terangnya.


Pantauan manadoexpress.co di beberapa sekolah, terlihat sejumlah PNS yang ada di Dinas Pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah, tidak ada yang pulang duluan. "Biasanya kalau sudah selesai jam pelajaran atau sudah tidak ada jam pelajaran, ada guru yang pulang duluan. Tapi dengan adanya absen sidik jari ini, semua guru tetap pukul 04-00 Wita baru pulang," ungkap salah satu guru yang enggan namanya ditulis. (matt rey/noval dochmie)



Sponsors

Sponsors