Sebulan Belasan Kasus, DBD Mulai Mewabah di Tompaso


Tompaso, ME

Pergantian iklim di wilayah Minahasa yang belakangan ini tak menentu, mulai memunculkan wabah penyakit. Curah hujan yang masih cukup tinggi membuat populasi nyamuk Aedes Aegypti belakangan naik. Hal mana berdampak pada meningkatnya serangan Demam Berdarah Dengue (DBD).

 

Peningkatan serangan DBD terpantau terjadi di Tompaso. Selang sebulan terakhir, belasan kasus DBD teridentifikasi. Di desa Talikuran, 4 kasus serangan DBD terjadi selang bulan Maret. Satu penderita diantaranya masih di rawat di rumah sakit. "Serangan DBD ini membuat masyarakat resah," aku Berty Tuju, Hukum Tua desa Talikuran, Tompaso, kepada manadoexpress.co, Rabu (30/3).

 

Menurut Berty, ia telah melaporkan hal ini ke pihak Puskesmas Tompaso. "Saya sudah melaporkan hal ini ke pihak Puskesmas Tompaso. Saya beharap dari Dinas Kesehatan (Dinkes Minahasa, red) bisa menindaklanjuti masalah DBD ini secepatnya," timpalnya.

 

Pihak Puskesmas Tompaso sendiri langsung turun melakukan pemantauan di lapangan. "Dari sekian banyak rumah yang kami datangi, sudah 3 rumah yang didapati adanya jentik-jentik Aides Aegypti," kata Vonne Mamesah petugas Puskesmas Tompaso saat ditemui secara terpisah.

 

Menurut Vonne, pihaknya masih akan melakukan beberapa prosedur lanjutan sebelum melaporkan kasus DBD tersebut ke Dinas Kesehatan Minahasa. "Jika semua prosedur sudah dilakukan, selanjutnya kita laporkan ke dinas untuk permintaan fogging (pengasapan, red)," tandasnya. (tr1)



Sponsors

Sponsors