Pilat Sebut Kepala SKPD Banyak Tidak Loyal


Tahuna, ME

Asisten II Setda Sangihe Ben E T Pilat ST ME membuka kegiatan sosialisasi mengenai program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSISMAS III), yang dilaksanakan di ruang serbaguna kantor Bappeda.

 

Kegiatan yang menghadirkan instansi teknis terkait, seperti kepala direktur PDAM Tahuna Novilius Tampi serta SKPD teknis diantaranya PU, Perkim, Kelautan dan Perikanan, Pertanian, ESDM, BPM, Bappeda, BLH, Kesehatan, Penanggulangan Bencana, Dikpora dan Pengelolah Perbatasan.

 

Pembicara dalam kegiatan ini adalah Edy Wuryanto dari Kementrian PU Dirjen Pengairan, dalam kesempatan Wuryanto mengatakan bahwa PAMSIMAS III merupakan instrument pelaksanaan 2 agenda nasional dalam rangka untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan, yaitu air bersih untuk rakyat dan sanitasi total berbasis masyarakat.

 

"Adapun tujuan dari pelaksanaan PAMSIMAS III adalah untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat yang kurang terlayani di wilayah perdesaan dan peri-urban yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan,“ kata Wiryanto.

 

Dalam kesempatan tersebut Kaban Bappeda Josephus Kakondo BAE, memberikaan arahan terkait bagaimana bermanfaatnya program ini dalam membantu meningkatkan pelayanan air minum terhadap masyarakat yang selama ini belum terjangkau dengan air bersih.

 

Namun ada yang menarik dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dimana dalam kesempatan tersebut Asisten II Ben E T Pilat ST ME ikut berang dengan para kepala SKPD teknis yang diundang namun hanya mengutus bawahannya. "Kami sangat kecewa dengan para kepala SKPD yang diundang namun tidak hadir, padahal kegiatan ini sangat penting karena bukan saja ikut menghadirinya tapi bagaimana out putnya bagi Pemkab Sangihe dalam ikut memperjuangkan realisasi pelayanan air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat," ujar Pilat dengan nada tinggi.

 

Untuk itu dirinya menuding kalau SKPD yang tidak hadir dianggap kurang menghargai undangan, padahal undangan tersebut ditandatangani langsung oleh Sekda, dari sejumlah SKPD yang diundang hanya Kepala Bappeda dan Kadis ESDM yang hadir, selebihnya hanya mengutus staf saja.

 

"Tentunya ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh SKPD yang ada, karena fenomena di setiap kegiatan yang hanya diwakili oleh Asisten kayaknya kurang mendapat perhatian serius dari para kepala SKPD, dimana banyak yang sering tidak hadir tapi kalau acara dihadiri Bupati langsung semuanya pasti ikut hadir, semoga hal seperti ini kedepan akan mengalami perubahan, sehingga para kepala SKPD dapat memahami arti pentingnya dari senua pelaksanaan kegiatan,“ singgung Pilat.(tim me)



Sponsors

Sponsors