Foto: Ilustrasi tanah longsor.
Bencana Tanah Longsor Dera Sitaro
Sejumlah Wilayah Terisolasi
Ondong, ME
Bencana tanah longsor kembali menghantui warga Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), khususnya mereka yang bermukim di daerah perbukitan. Ancaman tersebut muncul setelah meningkatnya intensitas curah hujan sejak tiga hari terakhir. Sejumlah kasus bencana longsor yang terjadi, sepertinya menguatkan kekhawatiran warga.
Kasus tanah longsor seperti yang terjadi Senin (22/2), dua wilayah masing-masing Kampung Lehi di Kecamatan Siau Barat (Sibar) dan Kampung Tumbira di Kecamatan Siau Timur (Sitim).
Akibat bencana longsor tersebut, dua wilayah ini terisolir dari daerah lain. Ditambah lagi, akses transportasi menuju ke dua wilayah tersebut memang terbatas sehingga dengan kejadian ini, pintu masuk langsung tertutup.
“Laporan yang kami dapatkan ada dua wilayah di Siau yang terjadi tanah longsor, masing-masing Kampung Lehi dan Tumbira. Tapi untuk Kampung Lehi sudah berhasil diatasi sehingga aksesnya sudah normal kembali,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, Charlton Bob Wuaten ST.
Menurut Wuaten, hingga kini pihaknya masih mewaspadai berbagai dampak buruk akibat perubahan cuaca yang terjadi. Sebab sebelumnya, BPBD Sitaro telah memperoleh informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang peningkatan intensitas hujan di sejumlah daerah termasuk Sitaro. “Kami pun sudah menyampqikan peringatan kepada seluruh pemerintah kecamatan, kelurahan dan kampung tentang kondisi cuaca saat ini,” lanjutnya.
Sementara itu, menurut pengakuan sejumlah warga di sekitar lokasi, diduga longsor tersebut terjadi sekira pukul 07.00 Wita, saat hujan deras. Karena ada warga yang melintas di bawah jam tersebut bisa melewati. “Diduga jam 7 atau 8, karena ada warga yang lewat sebelumnya bisa lolos,” ungkap Ganggu B, warga Kecamatan Sibar.
Saat ditemui di lokasi kejadian, Camat Siau Barat, Hanry P Kautung menyampaikan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini BPBD Sitaro. “Saat ini sudah ada bantuan satu buah alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta sudah ada pula petugas dari BPBD di lokasi,” kata Kautung.
Sebelumnya, Bupati Toni Supit SE MM menyampaikan imbauannya untuk mewaspadai adanya perubahan cuaca termasuk dampak yang ditimbulkan. Tak hanya itu, koordinasi lintas satuan dan unit kerja teknis dengan jajaran pemerintah kecamatan hingga kampung diharuskan untuk ditingkatkan. “Berbagai dampak harus secepatnya ditangani, termasuk menghindari korban. Makanya saya meminta seluruh masyarakat untuk bersikap waspada. Jika ada hal-hal yang diketahui berpotensi menimbulkan ancaman, segera laporkan kepada petugas terdekat,” harapnya.(tim me)



































