Foto: SAS membuka kegiatan.
SAS : Stop Diskriminasi Perempuan dan Anak
Tomohon, ME
Laksana wujud komitmen dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, pemerintah selenggarakan kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Walikota Tomohon, Syerly Adelyn Sompotan (SAS) saat membuka kegiatan di Aula Lantai 3 Kantor Walikota, Rabu (23/2). "Pemerintah Kota Tomohon berkomitmen untuk selalu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Guna mewujudkan masyarakat Kota Tomohon yang religius, demokratis dan madani," kata Sompotan.
Dijelaskannya, pembangunan nasional saat ini, pada dasarnya telah memberikan ruang yang cukup bagi partisipasi perempuan. Namun hasil pembangunan belum dirasakan manfaatnya secara adil dan setara oleh perempuan sebagaimana halnya laki-laki. Rupa-rupa kebijakan pembangunan gender dan pemberdayaan perempuan telah dilakukan. Menghasilkan aneka kemajuan terutama dalam peningkatan kualitas hidup perempuan walaupun belum optimal. “Perempuan dan anak masih menjadi kelompok yang paling rentan terhadap tindakan diskriminasi. Persoalan yang sering terjadi di kaum perempuan dan anak yaitu, kekerasan fisik, prostitusi, trafficking, pelecehan seksual dan lain sebagainya. Untuk itu, masalah ini tidak dapat kita biarkan terus menerus terjadi," tegas Sompotan.
“Dengan adanya kegiatan ini Kota Tomohon dapat menjadi daerah unggul dalam pembangunan manusia, pemberdayaan perlindungan perempuan dan anak," harapnya.
Kesempatan yang sama DR Drs Arnold Poli SH MAP selaku narasumber dari unsur Pemerintah Kota Tomohon menegaskan, setiap anak harus diberi perhatian yang baik. "Orang tua harus memberikan setiap hak anak seperti kesehatan, pendidikan, sandang, pangan dan lain sebagainya. Karena anak merupakan tulang punggung pembangun, kesuksesan anak adalah kebanggaan orang tua," tutur Poli.
"Saya berharap kegiatan ini akan meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dalam kaitan pertumbuhan dan perkembangan anak," tambahnya.
Dikabarkan, sebagai peserta kegiatan adalah para pengurus PKK ditiap kecamatan se-Kota Tomohon. Sedangkan narasumber, Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Biro Kesra Setda Provinsi Sulut, Jeane M Sondakh SE, Assisten Pemerintahan dan Kesra Dra Truusje Kaunang. (hendra mokorowu)



































