Foto: Ilustrasi.
DBD Dera Talaud
17 Kasus Sepanjang Januari 2016
Melonguane, ME
Teror Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bumi Nyiur Melambai kian menggelisahkan masyarakat. Selang beberapa waktu belakangan, sejumlah daerah dikabarkan mulai 'diserang'. Peralihan musim disebut sebagai faktor terbesar penyebab meningkatnya kasus DBD. Teranyar, penyakit bawaan nyamuk Aedes Aegepty ini dikabarkan mulai merebak di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kondisi ini memang harus menjadi perhatian serius masyarakat Talaud. Pasalnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud merilis untuk tahun 2015 mengalami peningkatan yang sangat signifikan yakni 83 Kasus, 1 diantaranya meninggal dunia (Lihat grafis). Sementara untuk tahun 2016 berjalan ini sudah tercatat ada 17 kasus penderita DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, dr Kerry D Monangin MKes mengatakan, sejak tanggal 29 Desember 2015 hingga Januari 2016 tahun berjalan sudah ada 33 kasus DBD, dan upaya yang sudah dilakukan dalam hal status Kejadian Luar Biasa (KLB) terjadi dalam kurun periode tertentu.
"Kami bersyukur karena di tahun 2016 belum ada yang meninggal dunia, karena ternyata ada kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, dan yang paling pokok disini adalah pencegahan," kata Monangin.
Dikatakan Monangin, pencegahan yang saat ini dilakukan ketika terpantau adanya DBD adalah melakukan penyelidikan etimologi. "Penyelidikan etimologi dimaksud ketika dilaporkan ada kasus DBD, jadi sumber penularan dan perkembang biakan itu yang akan kita cari, dimana tempat gentik-gentik nyamuk ini berkembang dan kami akan langsung turun melakukan survei dengan radius 200 meter," kata Monangin.
Lanjut, kata Monangin, karena curah hujan cukup tinggi di bulan ini, sehingga bisa menyebabkan genangan air, maka Dinkes sendiri sudah memberikan edaran ke puskesmas dan kecamatan untuk memberikan penyuluhan ke masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk.
"Kami mengimbau agar setiap minggu masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3 M yakni menguras tempat penampungan air, menutup bak mandi dan air minum dan mengubur kaleng-kaleng bekas," saran Monangin.
Untuk menanamkan pengetahuan singkat tentang bagaimana cara pencegahan memberantas sarang nyamuk ini, Dinkes sendiri juga bekerjasama dengan Dikpora Talaud. "Kami juga sudah bekerja sama dengan Dikpora Talaud menyampaikan edaran ini ke sekolah-sekolah sehingga siswa-siswa bisa memahami pentingya pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3 M sehingga boleh mereka praktekan di rumah mereka," kunci Monangin. (media sulut)
- 2013 : 0 kasus
- 2014 : 4 Kasus
- 2015 : 83 kasus 1 meninggal dunia
- 2016 : 17 kasus



































