Foto: Ilustrasi.
Penderita DBD Meninggal
Lolak, ME
Musim penghujan yang kerap melanda Kabupaten Bolmong, akhir-akhir ini, nampaknya menjadi musibah tersendiri bagi masyarakat. Pasalnya, perkembangan jentik nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus dengue ini, menjadi tak terkontrol, hingga menyebabkan salah satu penderita asal Desa Tadoi, meninggal dunia.
“Tim dari Dinkes sudah turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi awal,” ucap Kepala Dinkes Bolmong, Drg Rudiawan.
Meski telah menjadi ancaman, namun saat ini pihak Dinkes, nampaknya belum menetapkan Kabupaten Bolmong, menjadi status KLB (Kejadian Luar Biasa). “Saat ini baru peningkatan kasus saja. Kecuali di salah satu desa kasusnya sudah meledak dan perbandingannya jauh dari tahun lalu itu bisa dikatakan KLB,” akunya.
Sementara itu, Kabid P2L Dinkes Bolmong, Timang Paputungan menerangkan, pihaknya akan melakukan fogging di lokasi tersebut. “Esok (hari ini, red) kami akan lakukan fogging di wilayah sekitar. Kemudian kami akan lakukan kerja bakti massal,” terangnya.
Terpisah, Ketua LSM Guntur Risbudi Damopolii SE mengungkapkan, Dinkes Bolmong harus lebih pro aktif dalam melakukan sosialisasi. “Anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat di bidang kesehatan sangatlah besar. Kalau dilihat kasus DBD tidak perubahannya tidak signifikan. Pasti ada penderita yang meninggal dunia. Itu berarti menjadi tanda tanya besar terhadap instansi tersebut,” tutupnya.(media sulut)



































