Kapolda Instruksikan Basmi Sindikat Togel

15 Tersangka Dibekuk Tim Manguni


Manado, ME

Pertanyaan publik Nyiur Melambai soal komitmen Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) dalam membasmi judi toto gelap (togel), mulai dibuktikan Korps Bhayangkara. Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung, tegaskan akan membersihkan jazirah utara Selebes dari togel. Tim Manguni Polda Sulut jadi 'eksekutor'. Kapolda memastikan, komitmen untuk memberantas kasus kriminal di Bumi Nyiur Melambai menjadi harga mati.

Gebrakan Tim Manguni kali ini dibuktikan dengan ditangkapnya sindikat besar perjudian tanpa izin di Sulut.

Sesuai informasi dari masyarakat soal adanya gerak besar judi togel di Sulut, Tim Manguni dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut, melakukan pengintaian. Alhasil, sindikat besar judi togel di Tomohon dan Minahasa, berhasil terbongkar dan menangkap 15 orang tersangka judi haram tersebut. Tersangka yang ditangkap, Kamis (7/1), sekira pukul 02.23 Wita, yakni HP alias Hendro (24), NL alias Nandy (19), TM alias Tenny (48), MK alias Maritje (47), JT alias Justus (50), FW alias Fredi (45), RS alias Reza (45), JP alias Joornst (17), DP (33), FO alias Frangki (44), NW alias Noldi (41), ML alias Maykel (36), FW alias Frani (30), CR alias Cristine (31) dan SK alias Syeni (64).

Barang bukti (Babuk) yang disita yakni uang sebesar Rp 34.748.000, 206 lembar kertas rekapan, 15 HP berbagai merk.
Modus para pelaku dengan cara menjual kupon judi togel yang nomornya ambil dari internet, mengacu pada nomor undian jenis judi Singapura, Sydney dan Hongkong. Lalu para pengecer merekap angka-angka yang dipasang atau dibeli warga. Jika nomor yang dibeli tepat maka akan mendapat hadiah uang, tergantung jumlah angka yang dipesan. Mulai dari Rp 65 ribu, Rp 130 ribu, Rp 350 ribu, Rp 2,5 juta dan seterusnya.

Tim Manguni kini masih memburu diduga bandar utama, FL alias Hoa. Tim Manguni juga masih akan kembangkan adanya jaringan sindikat judi togel lainnya guna membersihkan Sulut dari bentuk-bentuk perjudian ilegal yang merusak akhlak warga dan menjadi kerawanan terselubung.
Diketahui, para tersangka beserta babuk, telah dibawa ke penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut yang dipimpin Kasubdit Jatanras AKBP Yandri Makaminang, guna diproses secara hukum.

Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung kepada sejumlah wartawan mengatakan, tersangka yang ditangkap berjumlah 15 orang, 13 sebagai agen pengumpul uang hasil penjualan kupon dan rekapan dari pengecer serta penjualan kupon. Kemudian satu orang yang bertugas menerima rekapan uang hasil jualan kupon dari agen pengumpul, serta satu orang yang bertugas untuk merekap.

"Tersangka utama atau bandarnya, FL alias Hoa pada waktu penangkapan di kompleks Perum Kelurahan Uluindano, Kecamatan Tomohon Selatan, berhasil melarikan diri. Tersangka masih dalam pengejaran dan menjadi DPO Polda. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ditangkap," jelas Pria berdarah Batak ini di Mapolda Sulut.

Ditambahkan Marpaung, Polda Sulut dan jajaran bertekad untuk lakukan tindakan secara tegas terhadap segala bentuk perjudian, baik togel maupun judi apapun. "Ini sudah perintah Kapolri, tidak ada toleransi untuk judi togel ini. Kalau ada anggota terlibat akan kami tindaki. Kami masih akan kembangkan yakni melakukan pemeriksaan kepada para tersangka dan menunggu hasilnya. Kalau ada kaitan atau anggota terlibat akan diproses," tegas Jenderal Bintang Satu ini, merespon soal dugaan adanya anggota Polisi yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Lebih jauh menurut dia, Polda Sulut tidak berhenti pada penangkapan bandar di Tomohon dan Minahasa tapi juga di wilayah Polres lain. "Ini merupakan pintu masuk kami untuk kembangkan ke Polres lainnya. Dan kami juga butuh informasi dari masyarakat," tutupnya.(tim me)



Sponsors

Sponsors