Inilah Kronologis Tarpok Tombariri


Tombariri, ME

Inilah Kronologis tawuran antar kelompok (Tarpok) di Kecamatan Tombariri, Minahasa yang berhasil dihimpun Manado Express, Kamis Malam (7/1). Kepala Kepolisian Resort Tomohon, AKBP Monang Simanjuntak SIK melalui Kasubag Humas Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, IPDA Johny M Kreysen mengatakan, tawuran ini adalah antar kelompok anak muda.

Pada Kamis Malam, 31 Desember 2015, sekira pukul 20.00 WITA, banyak masyarakat Tombariri terkumpul di pekuburan Desa Tambala. Konsentrasi massa ini berlokasi di jalur trans Sulawesi, tepatnya di pinggir jalan Tanawangko-Manado.

Kasubag Humas Polres Tomohon mengungkapkan, di kerumunan warga terdapat sejumlah anak muda yang sudah mengkonsumsi minuman keras berlebihan.

"Karena itu, terjadilah pemukulan terhadap Assa, anak muda berasal dari Desa Ranowangko," ungkap Kreysen.

Setelah kejadian itu, Utu warga Minahasa Utara, pelaku yang sudah menjadi tersangka (Tsk) melarikan diri.

"Tsk lari masuk ke Desa Tambala. Kepala Kepolisian Sektor Tombariri beserta personilnya sudah sempat tengahi dan mendamaikan masalah ini," urainya.

Sekitar pukul 3 dini hari, Jumat 1 Januari 2016, kelompok anak muda dari Ranowangko datang menyerang Tsk di Desa Tambala.

"Akibatnya, timbulah pertikaian yang sebabkan 1 orang menjadi korban luka potong di lengan kanan. Korban tersebut atas nama Kigen Gerungan warga Ranowangko dan sedang dirawat di RS Prof Kandow Malalayang," terang Kreysen.

"Situasi dan kondisi hingga saat ini sudah aman dan semakin kondusif," tandasnya.

Diketahui, kerumunan warga di pekuburan setiap malam perpisahan akhir tahun merupakan tradisi turun temurun. Tradisi yang luhur untuk mengenang para leluhur maupun sanak saudara yang telah meninggal dunia. Aktifitasnya adalah memasang lilin ataupun lampu botol. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors