Petani Tomat dan Cabe Mengeluh

Efek Erupsi Gunung Soputan


Langowan, ME

Pasca erupsi Gunung Soputan, sejumlah areal perkebunan milik warga terancam gagal panen. Diketahui, hingga Selasa (5/1) malam, abu vulkanik akibat semburan Gunung Soputan masih menghujani wilayah Minahasa seperti, Desa Noongan Kecamatan Langowan Barat.

Johny Mewengkang, salah satu petani asal Desa Noongan, saat diemui manadoexpress.co, mengaku dirinya sejak pagi sudah berupaya menyelamatkan tanaman tomat miliknya.

"Saya berupaya menyelamatkan dengan melakukan penyiraman. Penyiraman dilakukan terus karena hingga sore hari kemarin abu vulkanik terus turun," kata Mewengkang dengan nada miris.

Dirinya terpaksa melakukan penyiraman hingga 3 kali. Ia berharap, dengan penyiraman ini tanaman tomat yang baru berumur satu bulan setengah bisa selamat dan menghasilkan buah yang banyak.

"Ini terancam gagal panen tapi kita masih tetap coba berusaha menyelamatkan tanaman," keluhnya.

Senada dikatakan Kensy Malonda dan Denny Boy Tambuwun warga desa Noongan II yang perkebunan cabenya juga terkena dampak abu vulkanik. Mereka hanya bisa pasrah karena ini kejadian alam yang tidak bisa dihindari. "Mau dibuat apalagi. Pasrah saja, kalaupun merugi tetap bersyukur," kata keduanya.

Namun mereka tetap berusaha menyelamatkan tanaman cabenya dengan melakukan penyiraman ke tanaman, dibantu teman-teman dan keluarga.

Sementara itu, untuk keseluruhan areal perkebunan yang rusak hingga saat ini Pemkab Minahasa masih melakukan pendataan di sejumlah wilayah yang terkena abu vulkanik gunung Soputan. (kelly korengkeng)



Sponsors

Sponsors