Prof Roeroe Tokoh Tak Terlupakan Sepanjang Masa


Tomohon, ME

Orang benar itu telah berpulang. Inilah yang keluar dari mulut banyak orang ketika mengiringi jenazah Almarhum Pendeta Profesor Doktor Willhelmus Absalom Roeroe. Sebelum pemakaman, jenasah Almarhum dibawa ke Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) GMIM di Kakaskasen, Kamis (31/12).

Prof Dr WA Roeroe adalah Tonaas Wangko bagi orang Minahasa. Tou = orang, Naas (Taas) = keras berisi (berpengetahuan intelek). Dia adalah orang yang memiliki pengetahuan besar tapi tulus dan rendah hati.

Sosok Guru yang penuh keteladanan dalam mengajar banyak orang. Ia juga seorang Pendeta yang tulus melayani tanpa memikirkan upah duniawi. Pdt Prof DR WA Roeroe adalah khobah hidup bagi jemaat dan masyarakat. Seorang tokoh masyarakat. Juga tokoh pelayan.

Rektor UKIT, Dr Richard Siwu PhD mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Pdt Prof Dr WA Roeroe bersama kaum keluarga. Sebab telah memberi diri dalam pelayanan perguruan tinggi. Ia mengabdikan dirinya bagi Perguruan Kristen GMIM sejak semula sampai akhir hayatnya.

"Kami sangat bersyukur atas pemberian diri dari sang pelayan sejati. Dia melayani bukan hanya di jemaat dan masyarakat, tapi juga di perguruan tinggi," ungkap Siwu upacara penghormatan terakhir kepada Pdt Prof Dr WA Roeroe.

"Segala pengabdiannya akan terus berlanjut menjadi benang merah dalam dunia pendidikan tinggi dan bagi pelayanan kami yang ditinggalkan," harap Siwu.

Ditengah masyarakat, Pdt Prof Dr Willhemus Absalom Roeroe akan tetap dikenang sebagai seorang tokoh yang tidak pernah dilupakan sepanjang masa. Pengabdiannya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Usai upacara penghormatan terakhir yang digelar UKIT YPTK, jenazah Almarhum disemayamkan di Kantor Sinode GMIM sejenak. Kemudian jenazah dihentar ke Gereja Kakaskasen Maranatha untuk ibadah pemakaman. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors