Foto: Asap dari semburan lumpur yang mengandung gas berbahaya. (Foto Hendra Mokorowu)
Zat Mematikan Cemari Udara di Tondangow
Tomohon, ME
Aktivitas Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang mengeksploitasi panas bumi di wilayah Kota Tomohon tuai kritikan pedas warga, Selasa Malam (29/12). Sebab, gas dari semburan lumpur usik ketenangan penduduk.
Kepada Manado Express, Mengko mengeluhkan kualitas udara telah terkontaminasi dengan Hydrogen Sulfide (H2S). Zat mematikan ini telah cemari udara di Tondangow. Zat beracun tersebut berasal dari semburan lumpur panas yang diduga akibat dari bocornya pipa sumur panas bumi PGE.
"Udara di Tondangow kini sudah mengandung H2S. Sangat terasa oleh penciuman, bau busuk menyengat. Informasi dari buku yang saya baca, H2S adalah zat yang mematikan. Kemudian kondisi ini paling berbahaya bagi anak-anak balita," kata Mengko yang juga warga Tondangow.
Kematian hewan peliharaan merugikan warga Tondangow yang berternak disekitar lokasi semburan gas dan lumpur. Misalnya, ternak milik dari Sonny Rompis, mati mendadak.
"2 ekor boke peliharaan milik saya mati mendadak. kematian ini diduga diakibatkan oleh gas beracun yang keluar dari semburan lumpur panas," ungkap Rompis saat berjumpa dengan sejumlah media di Kelurahan Tondangow. (hendra mokorowu)



































