Kepolisian Sterilkan Lokasi Lumpur Panas


Tomohon, ME

Minggu ke-5 tragedi lumpur panas Tondangow kian mengganas dengan resiko makin berbahaya. Hasil pantauan Manado Express, Selasa Sore (29/12), menunjukkan, gemuruh semburan lumpur kini mirip letusan gunung berapi.

Suara gemuruh berasal dari letusan energi panas yang saat ini belum diketahui secara pasti sumbernya. Sementara ini, lubang semburan sudah berjumlah 5 termasuk 2 titik di dalam area pengeboran PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong.

Dalam durasi 1 menit, semburan bisa mencapai kira-kira 30 kali setiap lubang. Lontaran lumpur pun sudah mencapai ketinggian sekitar 25 meter.

Terkait statusnya yang kian berbahaya, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tomohon Selatan, IPTU Samberi menegaskan akan mensterilkan wilayah tersebut.

"Lokasi lumpur panas akan kita sterilkan dari jangkauan masyarakat. Bebas dari kendaraan umum atau pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan proyek yang sedang diupayakan Pertamina," tegas Samberi.

Kapolsek menambahkan, sterilisasi ini untuk melancarkan percepatan pemindahan perlatan rigde dari sumur cluster 25.

"Sterilisasi ini akan memudahkan mobilisasi unit rigde PGE dari Leilem ke lokasi lumpur panas. Banyak kendaraan besar bermuatan peralatan proyek yang lebih membutuhkan ruang gerak disini. Yaitu, proyek yang sedang diupayakan pihak PGE untuk mencegah supaya kejadian ini tidak semakin besar," tambahnya.

Diketahui, pihak PGE sedang moving rigde guna melakukan pengeboran. Upaya ini dilakukan untuk memeriksa keadaan sumur cluster 24 dan investigasi sebab lumpur panas. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors