DPRD Hearing PGE Lahendong


Tomohon, ME

Buntut munculnya semburan material yang diduga lumpur panas di tiga titik di wilayah Tondangow Kecamatan Tomohon Selatan, langsung disikapi kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tomohon.

Wakil Ketua DPRD Tomohon, Youddy YY Moningka SIP menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, diharapkan bertindak cepat untuk segera menuntaskan persoalan tersebut. Moningka menilai, setiap potensi bencana yang menyebabkan warga terancam, harus cepat disikapi.

“Ini jangan dibiarkan. Saya meminta SKPD terkait khususnya Dinas ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) dan BLH (Badan Lingkungan Hidup), segera melakukan penelitian terkait laporan semburan lumpur panas tersebut,” tegas politisi Partai Demokrat (PD), Selasa (22/12).

Menurut Moningka, persoalan ini telah disikapi kritis wakil rakyat di DPRD Tomohon. Sebab, sudah memanggil hearing pihak Pertamina Geotermal Energy (PGE) Lahendong, untuk melakukan klarifikasi. Apakah disebabkan fenomena alam atau dipicu aktivitas pengeboran panas bumi.”Besok siang kita akan melakukan hearing. Pihak PGE sudah dipanggil. Hal ini dilakukan setelah kami berkoordinasi dengan pimpinan DPRD dan seluruh legislator,” tandas Moningka.

Disisi lain, aktivis lingkungan Kota Bunga, Judie Turambi SH menilai, persoalan tersebut jangan sampai menjadi fenomena gunung es. Maksudnya, bukan hanya yang berada di cluster 24 yang harus diperiksa. Melainkan, seluruh cluster agar tidak menimbulkan kejadian serupa.”Jika benar dan terbukti karena aktivitas pengeboran, pihak PGE harus tanggung jawab. Harus ada tindakan pencegahan sehingga tidak mengancam masyarakat sekitar,” jelas Turambi.

Untuk diketahui, Kota Tomohon digemparkan dengan adanya 3 titik semburan lumpur panas. Diduga, semburan tersebut disertai gas yang berbau menyengat. Saat ini sudah ada 3 titik semburan berbeda di sekitar 50 meter dari lokasi sumur bor milik PGE cluster 24, di Kelurahan Tondangow tepatnya di perkebunan Ranomea.

Sementara itu, Denis Wibisono, Humas PGE Lahendong saat dikonfirmasi, mengaku pihaknya intens memantau aktivitas semburan lumpur."Sejak awal, kami sudah mengawasi perkembangan aktivitas luapan lumpur panas tersebut. PT PGE sudah terjunkan tim untuk memonitor dan investigasi," aku Denis. Kata dia, tim yang diturunkan terus melakukan pemantauan berkala mengenai aktifitas semburan lumpur.

"Kami melakukan pengamatan 2 kali dalam sehari. Yaitu pagi dan sore. Hal ini, untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab semburan lumpur panas ini secara komprehensif," kunci Denis yang menilai kejadian tersebut merupakan manifestasi alam.(victor rempas)



Sponsors

Sponsors