Foto: Lokasi semburan lumpur panas yang mirim di Lapindo. (Foto : Hendra Mokorowu)
Lumpur Panas Ancam Keselamatan Penduduk
Tomohon, ME
Semburan lumpur panas mengancam keselamatan penduduk di sekitar. Diketahui, titik semburan berjumlah tiga lokasi. Semuanya berlokasi di perkebunan Ranomea Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan.
Ketiga titik semburan tersebut mengelilingi sumur bor milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong. Yakni Sumur Bor Cluster LHD-24 Tondangouw.
Pemerhati Lingkungan, Didy Mantiri, kepada Manado Express mengatakan, sejauh ini belum ada keterangan dan informasi lebih lanjut dari PGE ke masyarakat.
"Sampai saat ini pihak PGE belum memberikan penjelasan kepada warga soal munculnya semburan lumpur panas. Padahal, aktivitas lumpur panas ini cukup berbahaya dan sudah diketahui oleh mereka sejak 1 minggu yang lalu," tutur Mantiri saat berada di lokasi kejadian, Senin Sore (21/12).
Terkait belum adanya respon dari pengelola pengeboran panas bumi ini, warga menduga, PT PGE terkesan sengaja tidak terbuka kepada masyarakat.
"Di TKP (lokasi kejadian) terlihat pihak PGE sedang sibuk untuk melakukan pengeboran lagi. Kami melihat, sepertinya pihak Pertamina ingin mempercepat perbaikan," ujar Mantiri.
"Kami menilai, ini salah satu langkah untuk menghilangkan jejak. Terkait peristiwa ini, kami ingin penjelasan dari mereka untuk masyarakat. Pertamina harus transparan kepada masyarakat," pintanya.
Semetara itu, Kepala Kepolisian Sektor Tomohon Selatan, IPTU Samberi mengatakan, pihaknya langsung ke TKP usai menerima laporan dari Lurah Tondangow.
"Kami telah memasang garis polisi untuk mengantisipasi jangan sampai ada warga yang jadi korban. Dihimbau kepada masyarakat, peristiwa ini bukanlah bahan tontonan. Untuk itu jangan sembarangan melewati garis polisi karena ini sangat berbahaya," himbau Samberi. (hendra mokorowu)



































