Foto: Ketua Kadin Sulut, Hangky Arther Gerungan (kanan) dan Gubernur prefektur Yamanashi, Hiroshi Goto berjabat tangan pada pertemuan di kota Kofu.
Jembatani Kerjasama Pengusaha Sulut-Jepang, Kadin Tuai Apresias
Manado, ME
Sepak terjang Kamar Dagang Industri (Kadin) Sulut dibawah pimpinan Hangky Arther Gerungan (HAG) menuai apresiasi. Kemampuan HAG membangun jejaring dengan komunitas pelaku usaha hingga keluar negeri diyakini akan berdampak positif bagi dunia usaha Sulut.
"Kita perlu orang seperti Pak Hangky (HAG). Proaktif dan luwes. Punya kemampuan membangun jaringan. Saya yakin Kadin akan jadi elemen penting dalam perkembangan dunia usaha Sulut kedepan," tanggap Sanny Wangke, salah satu pelaku usaha Sulut kepada manadoexpress.co
Pengusaha manufaktur meubel itupun berharap, Kadin Sulut dapat memfasilitasi aspirasi dari komunitas usaha dengan pemerintah. Salah satunya adalah kemudahan dalam regulasi ekspor impor. "Banyak pelaku usaha di Sulut yang mampu menciptakan produk dengan kualitas yang bisa diterima pasar internasional. Tapi untuk memasarkan produknya keluar (ekspor, red) tidak mampu. Kadang penyebabnya bukan modal, tapi masalah regulasi," papar Sanny.
Di sisi lain menurut dia, sebagian pengusaha manufaktur di Sulut yang memerlukan bahan baku dari luar negeri juga dihadang masalah yang sama. "Misalnya mengimpor bahan baku dari luar (impor, red) tapi terkendala birokrasi berbelit-belit dan regulasi yang memberatkan. Hal-hal seperti ini kami harap dapat difasilitasi Kadin Sulut kedepan," pungkasnya.
Sebelumnya, HAG bersama rombongan Kadin Sulut melakukan kunjungan kerja di prefektur (provinsi) Yamanashi, Jepang. Dalam agenda kunjungan selama hampir seminggu mulai Senin (14/12) itu, HAG dan rombongan disambut langsung Gubernur prefektur Yamanshi, Hitoshi Goto, Chairman Chamber of Commerce and Industry (Ketua Kadin) kota Kofu yang merupakan ibukota prefektur Yamanashi, serta sejumlah pengusaha Yamanashi. "Mereka tertarik dengan potensi industri di daerah kita (Sulut, red). Sektor pertambangan yang paling dilirik. Tapi bukan hanya itu. Pariwisata dan budaya juga,” kata HAG, saat dihubungi manadoexpress.
Antusiasme Kofu Chamber of Commerce and Industry dan pemerintah prefektur Yamanashi untuk memfasilitasi kerjasama antar pengusaha Yamanashi-Sulut disebut Gerungan sebagai hasil positif kunjungan tersebut. Pasalnya, sistem pemerintahan Jepang yang memberikan otonomi penuh pada setiap prefekturnya termasuk Yamanashi dipastikan akan lebih memudahkan kemungkinan kerjasama tersebut.
“Dari mereka lebih mudah regulasinya. Tinggal dari kita. Koordinasi dengan pemerintah agar tidak ada regulasi yang dilanggar jika nantinya kerjasama berjalan,” urai Gerungan. (tim me)



































