Foto: Ilustrasi.
Bensin Tembus 15 Ribu per Liter, Warga Talaud Menjerit
Melonguane, ME
Jerit warga Talaud menggema kencang. Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premiun atau bensin yang melambung tinggi, jadi pemantik.
Di lapangan, harga penjualan eceran di 'Pertamini' benar-benar dikeluhkan masyarakat. Di wilayah Beo Kecamatan Beo misalnya, harga per liter yang biasa dijual Rp 10 ribu, kini dijual Rp 14 ribu bahkan mencapai angka 15 ribu per liternya.
Terkait tingginya harga jual tersebut, warga meminta pemerintah daerah segera dapat mencari solusi terkait permasalahan ini, apalagi di bulan Desember ini kebutuhan ekonomi kian meningkat.
Deni, Salah satu pengendara motor mengatakan, jika dirinya sampai saat ini masih membeli harga bensin yang dijual para pengecer dengan harga yang terbilang tinggi. “Biasa kita ba bli itu hari cuma 10 ribu per liter, kong kiapa ini so nae sampai 15 ribu dang,” sesal dia, akhir pekan lalu.
Lanjut dikatakannya, seharusnya persoalan ini jangan dibiarkan, mengingat harga yang dipatok para penjual BBM jenis bensin terlalu mahal. "Ini jelas-jelas merugikan, apa yang dilakukan para penjual. Mengingat setahu saya BBM harganya stabil," kunci dia.
Ketika hal ini dikonfirmasi kepada sejumlah penjual premium eceran, mereka menjelaskan bahwa naiknya harga tersebut dikarenakan kapal yang mengangkut BBM hingga kini belum masuk di Talaud sehingga mereka beralasan harus dinaikan. "Yang menyebabkan kenapa bensin naik karena kapal yang biasa mengangkut BBM hingga kini belum masuk. Ya, untuk mendapatkan keuntungan kami naikkan harganya," singkat para penjual bensin eceran.
Sementara itu, sejumlah Petugas APMS Beo ketika disambangi membenarkan jika tingginya bensin yang dijual oleh penjual eceran dikarenakan kapal yang mengangkut BBM belum juga datang. "Mudah-mudahan Rabu ini sudah sampai di Beo," singkat mereka. (jos tumimbang)



































