PAKAR Raup 100 Persen Suara di Desa Koreng

Nostalgia Era Orde Baru


Amurang, ME

Beragam kejutan menyembul di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Sebut saja, fenomena unik di Desa Koreng Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Dukungan 100 persen bagi Pasangan Calon (Paslon) terjadi. ‘Kebiasaan’ orde baru, kembali teringat.  

Desa Koreng merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tareran Kabupaten Minsel. Tak heran, jika desa ini tersentuh euphoria Pilkada serentak 9 Desember 2015. Walaupun hanya memiliki 2 Tempat Pemunggutan Suara (TPS), namun dinamika politik di wilayah ini, kental terasa. Bahkan, perhatian masyarakat Nyiur Melambai, berhasil direbut dengan satu keunikan. Adalah dukungan bagi Paslon Christiany Eugenia Paruntu SE dan Franky Donny Wongkar SH (PAKAR). Pertama di Sulawesi Utara (Sulut) pasca rezim orde baru terjungkal, PAKAR berhasil meraih 100 persen suara. Padahal, dalam proses Pilkada hingga tahap pencoblosan, dikabarkan terdapat saksi dan pendukung Paslon lain.

Hasil perolehan suara sementara di media center PAKAR, 2 TPS yang ada di Desa Koreng Kecamatan Tareran, dimenangkan PAKAR. Menariknya, tidak ada suara bagi Paslon Karel H Lakoy dan Fredy Rawis  serta Paslon John RM Sumual dan Anne S Langi. Di TPS 1, sebanyak 461 suara direbut. Sementara TPS 2, sebanyak 358 suara, sehingga total 819 suara direbut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minsel Dr Fanley Pangemanan saat dihubungi, Kamis (10/12) malam, mengaku jika pihaknya telah menerima laporan terkait perolehan suara di Desa Koreng. “Ya, sampai siang tadi saya sudah melakukan koordinasi dengan PPK Kecamatan Tareran. Dan ternyata mereka juga mengatakan hal yang sama. Demikian juga ketika saya berkoordinasi dengan Ketua Panwas Minsel ibu Eva Kencem, baliau juga membenarkan peraihan suara tersebut,” jelas Fanley.

Namun, menurutnya, data tersebut masih bersifat sementara dan belum final, karena suara dinyatakan sah jika telah dilakukan pleno akhir. Kejadian tersebut, juga menarik perhatian berbagai elemen masyarakat  Sulut. “Ini luar biasa. Mendapat dukungan 100 persen bukan hal gampang. Jelas saja ini prestasi bagi masyarakat di sana,” ulas Joppy Wongkar, pengamat politik dan pemerintahan Sulut.

Menurut dia, data tersebut perlu ditelusuri. Apalagi, hasil perolehan suara masih menunggu proses pleno akhir KPU. Agar, tidak menimbulkan salah tafsir di masyarakat.”Harus diakui ini sangat unik. Mungkin di Sulut bahkan daerah lain di luar Sulut yang menggelar program Pilkada serentak, kejadian ini pertama kali terjadi,” kunci Joppy sembari menambahkan jika kejadian tersebut sering terjadi di masa Orde Baru.“Biar bagaimanapun, kejadian tersebut adalah bagian dari proses demokrasi. Sehingga harus diakui.”

Untuk diketahui, data sementara yang diperoleh (bukan hasil pleno akhir KPU), dari jumlah suara 102.109, Paslon PAKAR unggul dengan 69.005 suara. Paslon Karel H Lakoy Fredy Rawis 1.922 suara dan John RM Sumual–Anne S Langi 31.182 suara.(tim me)



Sponsors

Sponsors