Demokrasi Pilkada Bolsel Diteror Oknum Polisi


Bolaang Uki, ME

Stabilitas keamanan dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) 'diteror'. Penjegalan hak-hak demokrasi terhadap salah satu pasangan calon diduga jadi motif utama. Lembaga penyelenggara hingga aparat kepolisian 'diancam'.
Isu adanya skenario pengacauan Pilkada Bolsel pun menyeruak.

Indikasi ini terendus kala beredarnya pesan SMS bernada ancaman dari seorang oknum perwira polisi aktif dengan AKP berinisial HK. Isinya, meminta pihak penyelenggara Pilkada baik KPU dan Panwas serta pihak kepolisian agar menghentikan kampanye terbuka yang sesuai jadwal akan digelar pasangan calon nomor urut satu, H2M Bersinar di Desa Salongo Timur Kecamatan Bolaang Uki, Kamis (3/12) besok.

“‪Bila tidak dihentikan pelenggaran H2M, dikhawatirkan masa Hakym dan Yakin akan bertindak”, demikian bagian akhir dari pesan sms tersebut.

Haykim sendiri diketahui merupakan jargon dari Haris Kamaru Dan Yusuf Mooduto, bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bolsel yang tak lolos dalam seleksi pihak KPU beberapa waktu lalu. Sementara Yakin (Azhar Yasin dan Gustamil Katili) merupakan pasangan calon nomor urut dua.

Isi pesan SMS tersebut diketahui dikirim melalui nomor 0813417119xx tertanggal 30 November 2015 kepada KPUD, Panwas dan Polsek Urban Bolaang Uki. Kapolsek Urban Bolaang Uki, Kompol, Brammy Tamalihis membenarkan adanya SMS dari oknum perwira pertama polisi kepada dirinya."Benar ada SMS itu," kata Tamalihis singkat saat dikonfirmasi vis telepon seluler kemarin.

Kata dia, pihak kepolisian akan meningkatkan jumlah pengamanan saat kampanye nanti, sekira 400 personil akan diterjunkan. Namun dirinya meminta masyarakat terutama pendukung H2M Bersinar agar tak khawatir dengan hal itu.

"Kita tak kuatir dengan SMS tersebut," tambah Tamlihis akrab.

Sementara terkait STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan Kampanye) yang dituding tak ada  dalam SMS tersebut dibantah Sekretaris DPC PDI-P, Zainal Alamry. Menurut Inal sapaan akrabnya selama 12 kali kampante terbatas yang dilakukan pihaknya selalu mengurus STTP terlebih dahulu di Polres Bolmong.

"Tidak benar kalau kampanye pasangan nomor urut satu tak memiliki STTP," tegas Inal kemudian menunjukkan arsip STTP kepada wartawan Harian ini sambil tersenyum.

Pihak kepolisian pun akan bertindak tegas jika SMS yang bernada ancaman tersebut dilakukan oleh oknum perwira polisi. Kapolda Sulut melalui Kabid Humas, AKBP Wilson Damanik secara tegas mengatakan tindakan itu salah karena sebagai perwira polisi tak dibenarkan melakukan hal seperti itu

"Tentu kita akan tindaki, sekalipun yang bersangkutan tugas di luar wilayah hukum Polda Sulut," jelas Damanik melalui telepon selulernya. Sementara itu HK saat dikonfirmasi memalui telepon selulernya di nomor 0813417119xx dalam keadaan aktif namun tak diangkat.
Berikut kutipan lengkap isi pesan SMS tersebut :

KPD YTH. KPU & PANWAS KAB. BOLSEL SULUT, DBERITAHUKN KMPANYE MONOLOGIS H2M, NO URT. 1. PD TGL 3. DI DS SALONGO AGAR DIHENTIKAN, SKALI LAGI AGAR DHENYIKAN. YBS H2M, NO URT 1. SDH 10 KALI MELAKS KAMPANYE MONOLOGIS TANPA STTP, DIANTARAX DS, MEYAMBANGA, DS, MOMALIA, DS SINOMBAYUGA, DS MILANGO DAA, DS PANGIA, DS DUDEPO, DS PINOLOSIAN, DS MATAINDO DST, KAMI SDH KNFRMSI DGN PIHAK POLRES TRNYATA TDK ADA STTP, TTAPI KPU & PANWAS BERSIKAP BANCI DAN MEMBIARKAN. UNTK ITU SKALI LGI DIHENTKN KMPANYE DS SALONGO. BILA TIDAK DIHENTIKAN PLNGGARAN H2M, DHWTIRKAN MASA HAKYM & YAKIN AKN BRTINDAK SALAM HAKYM YAKIN, (tim me)



Sponsors

Sponsors