Foto: Ilustrasi.
Waspada Investasi Bodong
Tomohon, ME
Dinamika bisnis investasi, begitu pesat. Perputaran arus barang dan jasa begitu cepat sehingga banyak menyedot partisipasi dan minat masyarakat terhadap investasi yang terus meningkat. Ancaman hadirnya investasi bodong pun menyeruak.
Hal ini diakui Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Dr Kusumaningtuti S Soetiona, SH LLM saat memberikan materi peran pemerintah daerah dalam pengawasan investasi ilegal bertempat di Dyandra Convention Center Surabaya, yang dihadiri Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Pemkot Tomohon, Djufry Rorong SSos, belum lama.
Soetiona melalui Rorong, mengatakan, hal dibuktikan dengan adanya pengaduan masyarakat sejak tahun 2013 yang mencapai angka tiga ribuan pengaduan.
“Awalnya menawarkan dan menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda dan aman dengan menunjukkan surat izin usaha untuk mempengaruhi minat investasi publik. Padahal, izin usaha bukanlah merupakan sala satu instrumen yang menjamin keamanan investasi,” jelas Rorong.
Adapun skema piramida penipuan yang didasarkan pada perekrutan sejumlah investor, dimana promotor awal atau orang –orang di puncak piramida merekrut investor. Nantinya, investor yang direkrut akan membawa banyak investor lain yang mungkin atau tidak menjual produk.
“Skema ini akan runtuh ketika tidak berhasil menarik investor baru,” urainya.
Tambah Rorong, pesan Kusumaningtuti agar penyampaian informasi dan pesan yang mengedukasi masyarakat dengan mengingatkan cara-cara menghidari Investasi bodong, misalnya sebelum berinvestasi di perusahan multi-level marketing, mencari informasi mengenai perusahan, karyawan dan produknya. Selanjutnya, meminta salinan tertulis rencana pemasaran dan penjualan dari perusahan.
“Perhatikan pula bahwa semakin besar keuntungan yang diimingi, semain besar resiko kerugian yang akan anda alami. Hindari promotor yang tidak dapat menjelaskan secara jelas rencana bisnis perusahan. Cari tahu permintaan untuk produk sejenis di pasaran. Bagi seluruh masyarakat juga dihimbau untuk mampu memilih dan memanfaatkan produk jasa keuangan,” terangnya.
Selain itu, masyarakat harus memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan baik dan terhindar dari aktivitas invastasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas serta dapatkan pemahaman mengenai manfaat resiko produk dan jasa keuangan.
“Manfaatkan salah satu strategi nasional yaitu literasi keuangan yang adalah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan dan keterampilan konsumen dan masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik,” kunci Rorong.(victor rempas)



































