Instalasi Pipa Air Rusak, PDAM Minsel 'Cuek'


Amurang, ME

Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa Selatan (Minsel) kembali dikeluhkan. Sebagian besar pelanggan yang berada di Kecamatan Amurang mengeluh karena sudah sebulan lebih tidak mendapatkan air bersih.

Adanya proyek pembuatan jembatan di Kelurahan Ranomea membuat instalasi pipa air rusak. Namun sangat disayangkan, bukannya diperbaki malah pipa tersebut dibiarkan saja. Padahal banyak warga yang hanya berharap pada pasokan air PDAM.

"Sejak jembatan di bongkar air tidak lagi mengalir. Pipa air putus tapi belum juga diperbaiki," keluh John Goni, warga Kelurahan Lewet, Kecamatan Amurang, Rabu (18/11)

Sebagai masyarakat dia mengatakan sangat mendukung pembangunan yang dijalankan pemerintah. Tapi dalam membangun pemerintah juga harus memperhatikan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Dia mengatakan sebagai konsumen sangat dirugikan. Karena sejak air PDAM tidak mengalir lagi, dia terpaksa harus mengambil air sumur di rumah kerabat di Kelurahan Pondang.

"Rumah saya tidak ada sumur. Terpaksa setiap hari harus bolak balik ambil air di rumah saudara," ucapnya.

Keluhan juga disampaikan Moudy, salah satu pelanggan dari Kelurahan Bitung. Dia mengatakan selama ini keluarganya hanya berharap dari PDAM. Dengan tidak adanya pasokan air dari PDAM membuat dia kesulitan.

"Untuk keperluan masak mencuci dan mandi saya ambil air di sumur tetangga," ujarnya.

Dia berharap PDAM segera memperbaiki pipa yang rusak agar air kembali mengalir. Apalagi kerusakan instalasi pipa air menurut dia ada ganti rugi dari pihak kontaraktor.

"Setahu kami, pihak kontaraktor sudah memberikan uang ganti rugi untuk perbaikan pipa yang rusak," bebernya.

"Untuk PDAM cobalah mengerti. Harusnya ketika ada pipa yang rusak segera diperbaiki, apalagi sudah ada anggaran untuk perbaikan," tukas Moudy. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors