Foto: Gloria Mantik saat diperiksa perawat RS Bethesda Tomohon. (Foto Hendra Mokorowu)
Tragedi Bus 'Salto' Batalkan Cita-Cita Mantik
Tomohon, ME
Tragedi Bus 'salto' di sungai Sapa mendatangkan kesedihan bagi seluruh penumpang. Salah satu korban Gloria Mantik, warga Tondano, berangkat ke Manado dengan tujuan untuk mengikuti psikotest. Cita-citanya untuk melengkapi persyaratan melamar kerja di salah satu Bank, batal. Ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Bthesda Tomohon setelah bus naas yang ia tumpangi jungkir balik di dasar sungai Sapa Tinoor, Senin (16/11).
"Rencananya, saya akang ikut psikotest di POLDA tapi tidak tahu kenapa sampai jadi begini," tutur Mantik sambil meringis.
"Waktu berangkat, saya duduk di sebelah kiri bagian belakang bus. Saya terguling-guling dan akhirnya tertimpa sejumlah penumpang," ungkapnya sambil merintih kesakitan.
Gadis cantik ini mengalami pendarahan akibat luka pecah di pelipis kiri yang di duga akibat hantaman benda tajam. Menurut keterangan perawat, jumlah korban kecelakaan (Laka) bus yang dirawat di RS Bethesda ada 6 orang, 1 orang menderita patah tangan.
Seluruh korban berjumlah 33 orang. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tomohon, Ferdinand Runtu mengakui hal tersebut saat di wawancarai sejumlah media di Kantornya. "Memang jumlah penumpang bus telah melebihi kapasitas. Batas penumpang yang layak adalah 29 orang. Penyebab Laka adalah akibat rem blong. seluruh korban dilarikan ke RS Bethesda Tomohon, RS Malalayang dan Bhayangkari. (hendra mokorowu)



































