Tular Tantang Timsus 'Adu Otak Bukan Otot'

Jelang Pilkada Serentak


Tomohon, ME

Aroma ketegangan antar pendukung Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tomohon, mulai tercium. Indikasi persaingan 'tak sehat' menganga jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 9 Desember 2015. Tensi politik Kota Bunga, semakin memanas.

Fenomena ini disikapi kritis aktivis Kota Tomohon, Danny Tular. Ia menegaskan, pesta demokrasi di Kota Bunga hendaknya tidak meninggalkan nilai-nilai kerukunan, persatuan dan kebersamaan. Pilkada adalah momentum demokrasi masyarakat yang harus memberikan ekses positif bagi kehidupan politik masyarakat.

"Untuk itu, Paslon maupun pendukung untuk adu ide, adu konsep dan adu gagasan terbaik untuk kepentingan kemajuan Kota Tomohon. Jadi jangan adu otot," tandasnya.

Bagi dia, semangat Hari Pahlawan harus diejawantakan dalam Pilkada saat ini."Bagaimana pejuang dahulu lebih mementingkan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi. Maksudnya, untuk Tomohon saat ini stabilitas daerah yang aman dan nyaman harus menjadi prioritas utama. Apalagi Tomohon kental dengan julukan Kota Religius," urainya.

Terpisah, Sekretaris Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt Hendry Runtuwene, menjelaskan, momentum Pilkada merupakan anugerah Tuhan. Untuk itu, warga gereja wajib mensyukuri hal itu dengan turut serta menyukseskan Pilkada. Langkah yang harus dilakukan warga gereja, dengan menciptakan kondisi yang aman."Dukungan warga GMIM dalam menjaga stabilitas keamanan saat tahapan hingga proses pemunggutan suara sangat diharapkan. Mari kita dukung dalam doa agar proses Pilkada berlangsung aman dan terkendali," ungkapnya.(victor rempas)



Sponsors

Sponsors