Jenazah Kepsek SMA Klabat Dicari, Polda Selami Laut Inobonto
Bolmong, ME
Tim Manguni Polda Sulut yang dipimpin langsung oleh Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) sejak Rabu (11/11), melakukan pencarian jenazah korban ES (65), seorang kepala sekolah (Kepsek) SMA Advent Klabat Manado, yang diduga dibunuh oleh JK cs, berapa waktu lalu.
Dari pantauan, Tim Manguni Polda Sulut yang dibantu dengan sejumlah perlatan selam dari Dislamblair Armatim TNI AL, Pol-Air, tim DVI, Sar Sabhara Polresta manado, Polres Bolmong serta sejumlah penyelam handal Manado, melakukan pencarian jenazah sejak pukul 09.00 hingga pukul 13.00 WITa. Pencarian dihentikan, karena cuaca saat itu tidak mendukung.
Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Inobonto, Iptu Gosal, saat dikofirmasi mengatakan, dalam upaya menemukan jenazah korban tim mengalami kesulitan, karena kondisi cuaca tidak memungkinkan. “Saat pencarian, tiba-tiba hujan deras. Akhirnya tim memutuskan untuk menunda pencarian dan akan dilanjutkan saat malam hari, jika cuacanya sudah cerah,” kata Gosal.
Lanjut Gosal, saat ini tim masih focus melakukan pencarian disepanjang pantai Inobonto dengan jarak tempuh dari bibir pantai sekitar setengah jam perjalanan. “Belum tau jika tim akan mengembangkan sejumlah titik pencarian. Namun, jika pada titik pertama ini tim belum menemukan hasil, dimungkinkan untuk menambah titik pencariannnya,” tambahnya.
Diketahui, dalam kasus ini Polda Sulut telah menangkap tiga orang tersangka, masing-masing berinisial JK alias Jak (seorang oknum polisi yang bertugas di Polsek Tenga), kemudian rekannya, NP alias Nov serta seorang wanita inisial MP alias Lisa yang tak lain merupakan rekan kerja korban.
Informasi yang diperoleh saat rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Selasa (27/10) lalu, mengungkapkan awal kejadian terjadi saat tersangka JK menjemput NP dari tempat kostnya. Kemudian keduanya mencegat mobil yang dikendarai korban yang saat itu tengah bersama MP di wilayah Manado. Korban dan MP pun pindah ke mobil JK, sementara mobil korban dibiarkan dipinggir jalan. Selama perjalanan dari Manado ke Inobonto, JK memukuli korban. Setiba di TKP (Pantai Desa Inobonto) korban kembali dipukuli hingga terjatuh, bahkan JK lanjut menghujani kepala korban dengan batu sebanyak dua kali.
Korban yang diperkirakan telah tewas, kemudian dikuburkan dengan pasir di pinggiran pantai oleh JK dan NP. Selang dua jam, korban yang terkubur kemudian digali lagi dan dipindahkan ke perahu fiber bermotor 15 PK.
Dengan perahu tersebut, tersangka kemudian membawa korban dan membuang jenazahnya ke tengah laut. Lokasi dibuangnya korban sekitar 1 jam perjalanan mengunakan perahu ke tengah laut. Mayat korban pun saat dibuang sempat diikat bersamaan dengan bongkahan batu sebagai pemberat.(endar yahya/media sulut)



































