Foto: Kadis Tarumansa Kota Tomohon. (Foto Hendra Mokorowu)
Distarumansa Tambah Unit Kendaraan Pengangkut Sampah
Tomohon, ME
Tanda-tanda kemajuan sebuah kota tidak hanya dilihat dari pembangunan infrastruktur. Naiknya produksi sampah juga menandakan, sebuah kota semakin maju. Seperti Kota Tomohon, produksi sampah per bulan mencapai 12 ribu meter kubik.
Melihat problema sampah saat ini, Dinas Tataruang Pertamanan dan Persampahan (Distarumansa) Kota Tomohon mengambil langka preventif. Yakni dengan melakukan penambahan alat pengangkut sampah. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Tarumansa, Boy Mandagi kepada Manado Express, usai upacara Hari Pahlawan Nasional, Selasa (10/11).
"Mengamati naiknya produksi sampah di Kota Tomohon, kami berencana menambah 2 unit truk dan 6 unit motor pengangkut sampah untuk menunjang kebersihan lingkungan," ungkap Mandagi.
Mandagi juga mengakui, program ini telah dimasukkan ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. "Proposal untuk penambahan unit truk dan motor pengangkut sampah sudah dimasukan ke APBD 2016," akunya.
Kadis menambahkan, tenaga kebersihan di Kota Tomohon berjumlah 115 orang. Petugas pengangkut sampah, sudah termasuk sopir ada 40-an orang. Sementara itu, retribusi sampah masih kurang. Retribusi yang realistis adalah di bawah 1,5 M per bulan.
"Tarif retribusi sampah hanya berkisar 5 ribu - 25 ribu rupiah. Sumber retribusi bervariasi yakni, rumah, sekolah rumah makan, tempat usaha lainnya dan sebagainya. Di harapkan bantuan dari pemerintah Kelurahan untuk menghimbau masyarakatnya terkait kesadaran tentang retribusi sampah," tukas Mandagi. (hendra mokorowu)



































