Foto: Brigjen Pol. Wilmar Marpaung.
Boltim Berpotensi Chaos, Polda Siagakan Personil
Kapolda : Perusuh Tembak di Tempat
Manado, ME
Menghadapi agenda Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), sumbu pemicu konflik menyala di sejumlah titik di wilayah Nyiur Melambai. Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur (Boltim) salah satu yang dianggap paling rentan chaos. Aksi anarkis pendukung calon kepala daerah di daerah ini berpotensi menyulut konflik lebih luas.
Sorotan tajam masyarakat pun menyasar Korps Bhayangkara, khususnya Kepolisian Resort (Polres) Bolmong, yang dinilai melakukan pembiaran. Akibatnya, gesekan antar pendukung calon terus terjadi.
Di Boltim sendiri, dengan daerah yang luas dan rawan konflik, hanya mempunyai Polsek Rural dengan personilnya sangat kurang. Warga kini dilanda kecemasan dan ketakutan. Potensi chaos menganga jelang Pemilukada 9 Desember 2015 mendatang.
Kondisi Boltim akhirnya menuai tanggapan serius Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut). Melalui Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik, Kapolda mengatakan, pengamanan untuk Pemilukada sendiri sudah diatur agar masyarakat merasa nyaman dan aman.
"Pengamanan sendiri sudah diseting sesuai dengan ancaman kerawanan yang ada. Oleh karena itu, tidak ada alasan kepolisian tidak amankan secara maksimal," tegas pria berdarah Batak ini.
Ketika ditanya, apakah Polda akan mengirimkan personel ke Boltim yang kini mencekam, Damanik tekankan pihaknya akan mengirimkan personel. "Polda pasti akan memback up apabila pengamanan di sana (Boltim, red) masih kurang," tutupnya.
Sebelumnya, Kapolda Sulut, Brigadir Jendral Polisi Wilmar Marpaung telah menegaskan akan melakukan langkah tegas bagi para oknum perusuh di Pemilukada. Jenderal Bintang Satu itu malah telah menginstruksikan perintah tembak di tempat bagi oknum perusuh yang melakukan tindak anarkis, seperti melakukan perusakan aset pemerintah maupun mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Namun itu dilakukan sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku.
Diketahui, pendukung Pasangan Sam Sachrul Mamonto-Medy Lensun (SMiLe) dan Sehan Landjar-Rusdi Gumalagit (SeRu) sempat bergesekkan di Desa Modayag, Kecamatan Modayag Kabupaten Boltim, Minggu (1/11) sekira pukul 22.30 WITa. Kedua pendukung bentrok. Puluhan pendukung dari kedua belah pihak sempat jadi korban lemparan batu. Peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Togid, Kecamatan Tutuyan, belum lama ini. Terakhir, Calon Wabub Medy Lensun bahkan sempat diserang pendukung SeRu. (melky tumilantouw/media sulut)



































