Foto: Ilustrasi.
Talaud Koleksi 42 Kasus HIV/AIDS
Melonguane, ME
Virus mematikan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) terus menjadi ancaman bagi warga Talaud, baru-baru ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Talaud merilis jumlah penderita yang terkena penyakit mematikan ini.
Untuk bulan Januari hingga Oktober 2015 mengalami penambahan yang sangat signifikan yakni 19 Kasus yang terinfeksi HIV/AIDS, diduga kuat angka ini akan terus mengalami peningkatan jika tidak dibarengi peran bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Sementara data keseluruhan menyebutkan, penderita HIV/AIDS untuk Kabupaten Kepulauan Talaud ada 42 kasus warga Talaud yang terinfeksi hingga 2015. "Pada umumnya yang terkena penyakit HIV/AIDS adalah masyarakat Talaud yang merantau dan kembali ke Talaud yang kemudian terdiaknosa di rumah sakit, " tutur Kepala Dinkes Kabupaten Kepulauan Talaud, dr Kerry Monangin melalui Supervisor program TBC dan Kusta, Paulus Larumpaa.
Lanjut kata Larumpaa, penyebaran HIV/AIDS ada bermacam-macam pola penyebaran antara lain hubungan seks, jarum suntik dan melalui tranfusi darah. "Oleh karena itu, kami menghimbau kepada warga Talaud agar lebih mewaspadai penyakit mematikan ini. Yang paling penting adalah untuk yang sudah mempunyai pasangan harus setia kepada pasangannya, jauhi narkoba, dan jangan sekali-kali menggunakan jarum suntik sembarangan," tambah Larumpaa.
Meningkatnya angka HIV/AIDS yang kian mengkwatirkan, terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Aktivis mudah Talaud yang juga ketua Rukun Himpunan Kekeluargaan Mahasiswa Talaud (Hikmat) Sulawesi Utara, Noldi Karotong mengatakan, peningkatan kasus dari bulan Januari hingga bulan Oktober di tahun 2015, seharusnya menjadi perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) Talaud, mengingat bahaya HIV/AIDS sangat berdampak pada generasi mudah saat ini.
"Oleh karena itu dibutuhkan peran khusus Pemda untuk terus mensosialisasikan bahaya tentang HIV/AIDS ini baik itu di sekolah, kampus, maupun di desa-desa. yang terpenting bagi pemuda-pemudi di Talaud, yang sangat rentan dengan pergaulan saat ini," kata Karotong.
Lanjut kata Karotong, Disamping itu bagi korban yang terkena HIV/AIDS seharusnya diberikan pendampingan secara khusus oleh Pemerintah. "Jangan sampai karena tidak diberikan perhatian khusus bagi mereka, maka mereka bisa saja melakukan upaya-upaya penularan di masyarakat, sekali lagi saya katakan perhatian dari pemerintah sangatlah dibutuhkan," kunci Karotong.(jos tumimbang)



































