Beringin Sulut Kian Terpuruk

Kader Marak Loncat Pagar, Isu Musdalub Berhembus Lagi


Manado, ME

Partai Golkar di  Sulawesi Utara, terus terperosok. Kekalahan Beringin di Pemilukada Sitaro, melengkapi daftar kelam partai yang dinahkodai Stefanus Vreeke Runtu (SVR).  Eks partai ‘penguasa’ di Bumi Nyiur Melambai, menambah koleksi kegagalan yang kesepuluh di Pemilukada kabupaten kota dan Provinsi Sulut, selang 2010 hingga 2013.  Isu Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) pun, kembali berhembus kencang.

Rumor perpecahan di elite Golkar Sulut dikabarkan semakin menganga. Mosi tak percaya kader terhadap dedengkot , ditengarai terus mencuat. Organisasi partai yang diketuai Aburizal ‘Ical’ Bakrie kian pincang. Target memenangkan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014,  kian sulit tergapai.

“Ini sudah klimaks.  Kekalahan partai kami (Golkar,red) di Pemilukada Sitaro, sudah tak bisa ditoleransi lagi. Musdalub sudah menjadi satu-satunya alternatif untuk mengembalikan kesolidan partai,” beber salah satu petinggi Golkar Sulut kepada Media Sulut, baru-baru ini.

DPP Golkar, dinilai tidak akan tinggal diam atas tumbangnya kembali Beringin di Pemilukada Sitaro. “Kalau terus dibiarkan, Golkar Sulut akan semakin terpuruk.  Kebijakan DPD I banyak yang tak sejalan lagi dengan DPD II. Malah para punggawa di DPD I sudah terkotak-kotak. Jadi tak heran jika Golkar kalah dalam sepuluh Pemilukada di Sulut hanya dalam kurun 3 tahun terakhir ini,” sambungnya.

Evaluasi partai secara total dianggap bukan lagi menjadi solusi atas sederet kekalahan Golkar dalam sejumlah pesta demokrasi di Bumi Nyiur Melambai. “Sebab banyak kader yang sudah tak percaya lagi dengan pimpinan di DPD I. Mereka itu (elit DPD I,red) lebih cenderung utamakan kepentingan pribadi dan kelompok, daripada partai. Itu sebabnya banyak perlawanan dari DPD II. Contoh di Tomohon, Musdalub sampai dibuat dua versi. Dimana lagi kewibawaan partai,” umbarnya lagi.

“Kalau memang ingin besarkan partai, sebaiknya para punggawa Golkar Sulut mundur saja.  Kan sudah terbukti gagal mengangkat performa partai. Itu yang lebih gentle, ketimbang dilengserkan,” kuncinya.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Setevanus Vreeke Runtu (SVR) melalui Sekretaris Eddison Masengi ketika dikonfirmasi Minggu (9/6), terkesan ‘melempar bola’. “Baiknya konfirmasi langsung ke Didi Moha atau ke SVR atau ke Viktor Mailangkay. Mereka yang lebih berkompeten untuk memberi penjelasan,” singkatnya.

Wakil Ketua DPD I Sherpa Manembu, via short message service (SMS) mengungkap hal berbeda terkait  kegagalan Golkar di Pemilukada Bolmut dan Sitaro. “Kalah di Bolmut dan Sitaro, awalnya survey memang di bawah hanya karena masing-masing ketuanya ngotot (Ketua DPD II, red), DPP mengikuti saja,” ungkapnya.

“Soal isu Musdalub, belum tahu ada rencana itu. Kalau memang berhembus demikian dan kalau tidak ditanggapi bagaimana,” tambah Manembu.

Kekalahan beruntun Beringin Sulut berbanding terbalik dengan  PDIP yang terus menegaskan dominasinya. Di Sitaro, Rabu (5/6) pekan lalu, jagoan moncong putih Toni Supit Bersama Sisca Salindeho (Tonsu Bersih) tampil perkasa. Sesuai hasil perhitungan berbagai lembaga, Tonsu Bersih  menang telak di Siau dan Tagulandang dengan perolehan 64,91 persen sedangan jagoan Golkar, Winsulangi Salindeho-Piet Kuera (Salera) hanya meraup 35,09 persen.

KADER PARTAI TAK SOLID

Tak sampai 30 hari belakangan, Partai Golkar tumbang di Bolmut dan Sitaro, plus kekalahan dalam perebutan kursi Wakil Bupati  Bolsel. Tak solidnya kader partai di aras pimpinan ditengarai menjadi penyulut. Di Sitaro, sejumlah kader bahkan Bendahara DPD II Golkar dikabarkan loncat pagar ke kubu lawan jelang Pemilukada digelar.

‘Aksi lawan arus’ paling menyolok menyeruak di Bolmut. Beringin yang mengoleksi tujuh kursi legislator Bolsel, dikalahkan PAN yang notebene hanya memiliki sebuah kursi. Tiga anggota fraksi Golkar diduga membelot. DPD I Sulut dan DPD II Bolsel pun, dikabarkan tak mampu berbuat banyak. Posisi Ketua Golkar Bolsel dan kursi tiga legislator ‘pembelot’ kemudian jadi ‘tumbal’.

Diketahui, ketiga personil FPG yang menyeberang berinisial, IP,AB dan TB. Salah satu di antaranya kini dikabarkan melakukan perlawanan keras terhadap DPD Sulut dan DPP terkait ‘vonis’ PAW yang ia terima.

Dalam pemilihan wabup Bolsel yang digelar Jumat (10/5) oleh DPRD Bolsel, Syamsul Bahri Badu terpilih menggantikan Alm Samir Badu dengan perolehan 11 suara. Disusul Iskandar Kamaru dari FPG dengan raihan 8 suara dan satu suara dinyatakan rusak. Pemilihan itu disaksikan langsung oleh Bupati Bolsel, Hi Herson Mayulu.

GOLKAR SULUT GAGAL MANFAATKAN PELUANG TITIK BALIK  

Pengamat politik Sulut, ikut angkat suara atas kegagalan Golkar di pentas Pemilukada. Beringin Sulut dinilai gagal memanfaatkan peluang untuk mengembalikan elektabilitas partai di mata publik. “Harusnya Pemilukada Bolmut dan Sitaro jadi titik balik Golkar di awal tahun 2013 ini. Sebab Golkar telah mengalami banyak  kekalahan di sejumlah pemilukada. Tapi ternyata belum berhasil,” tanggap Taufik Tumbelaka, kepada Media Sulut.

Evaluasi organisasi secara menyeluruh harus segera dilakukan Golkar Sulut, bila tak ingin gagal lagi di dua Pemilukada. “Harus evaluasi total. Ada yang missdalam managemen pemenangan Pemilukada.  Jika tidak, kegagalan serupa  bisa  terulang kembali di Pemilukada Mitra dan Kotamobagu,” ungkap jebolan UGM Yogyakarta itu.

Taufik juga mengaku tak terkejut dengan berhembusnya lagi isu Musdalub Golkar Sulut. “Itu saya kira wajar. Kegagalan di Bolmut bisa jadi pintu masuk untuk melakukannya (Musdalub,red). Tapi itu kembali lagi ke kader partai dan DPP,” sahutnya. “Yang pasti, hasil Pemilukada Bolmut dan Sitaro itu juga akan jadi bahan evaluasi DPP Golkar. Segala kemungkinan dapat terjadi. Apalagi Golkar sedang mengincar kemenangan dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden di Sulut pada tahun 2014 mendatang,” simpulnya.

Diketahui, ada Sepuluh kegagalan Golkar di Pemilukada pada era kepemimpinan SVR, medio 2010 hingga 2013. Masing masing Pilgub Sulut, Pemilukada Bolsel, Bolaang Mongondow, Minut, Sangihe, Minahasa, Pilwako Manado, Bitung, Bolmut dan Pemilukada Sitaro. Kemenangan hanya diraih Golkar di Pemilukada Minsel dan Pilwako Tomohon. (msg)

 



Sponsors

Sponsors