Foto: Stevanus Vreeke Runtu saat melakukan orasi.
‘EMAS, Bakti Terbaik Untuk Kota Bunga’
Pendukung Eman-Sompotan ‘Duduki’ Stadion Babe Palar
Tomohon, ME
Komitmen kerja keras dan pro rakyat, siap dijabal Jimmy Fedie Eman dan Syerly Adelyn Sompotan (EMAS), saat dipercayakan Tuhan dan rakyat memimpin Kota Tomohon. Seperti, sepenggal lirik lagu persembahan EMAS, "Kuberikan bakti terbaik untuk Tomohon, biar dikenal dunia".
Sekira 15 ribu pendukung fanatik EMAS, Rabu (11/4), tumpah ruah di Stadion kebanggaan masyarakat Tomohon, Babe Palar. Militan Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota yang bertarung lewat jalur perseorangan ini, tak mundur meski dinaungi panas terik. Gema perjuangan dan militansi, kian menyeruak dalam rapat umum, kemarin.
Apalagi, sederet orator politik dari berbagai kalangan, menyulut semangat pendukung dengan ‘bara’ pernyataan seputar keberhasilan sosok Jimmy Feidie Eman SE Ak, sang incumbent yang masif mengejar prestasi dari berbagai sektor demi kesejahteraan masyarakat. Eman-Sompotan dianggap sebagai pasangan paripurna, dalam melanjutkan pembangunan di Kota Bunga untuk lima tahun ke depan.
Mantan Bupati Minahasa, JO Bolang mengakui kehebatan Eman dalam memimpin. Capaian prestasi pun diurainya. Tegarnya klaim Tomohon sebagai Kota Siswa, tak lepas dari peran Eman sebagai Walikota. Kata dia, kemajuan sektor pendidikan begitu terlihat. Hasil akreditasi terhadap 20 sekolah, menunjukkan hasil yang sangat memuaskan.”18 sekolah terakreditas A, sementara dua lainnya B plus mendekati A. Hal ini mengindikasikan jika Jimmy Feidie Eman (JFE); berhasil. Jadi, memilih pemimpin harus yang sudah terbukti dan teruji,” koarnya dalam orasi.
Tak kalah menarik disampaikan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tomohon, Arther Wuwung. Kata dia, menyemutnya masyarakat yang hadir di rapat umum tersebut membuktikan komitmen yang kuat untuk memenangkan EMAS. Harus diakui, jika sebagai pemimpin, JFE sudah berkontribusi besar bagi pembangunan,” tandasnya.
Orator populis John Aray, menilai menjelaskan sosok Eman-Sompotan. Jelasnya, Eman merupakan sosok pemimpin yang teruji. Track recordnya jelas. Tahun 2004 dan 2009, terpilih sebagai anggota DPRD Tomohon dengan perolehan suara kedua terbanyak dan terbanyak. Tahun 2010 menjadi Wakil Walikota (Wawali) dan 2011 melengkapi jenjang politiknya sebagai Walikota. Disektor strategis seperti pendidikan, JFE nekad meningkatkan anggaran pendidikan dalam APBD. Jika pemerintah pusat mewajibkan 20 persen, tapi JFE mematok 30,65 persen. Di sektor kesehatan, beragam penghargaan diperoleh termasuk penghargaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).”Tak kalah pentingnya menyangkut predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Di tangan JFE, Tomohon berhasil menggondol predikat WTP dua kali berturut turut yakni LHP tahun 2013 dan 2014,” urainya. Selanjut Syerly Adelyn Sompotan (SAS).”Murah senyum dan selalu sukacita menjadi bagian dari kehidupannya setiap hari. Namun, beliau juga matang dalam berpolitik. Keluarga mumpuni dan takut akan Tuhan,” sebutnya.
Politisi ulung Partai Golkar (PG) yang juga Ketua DPD PG Sulut, Stevanus Vreeke Runtu (SVR), juga menyampaikan orasi politiknya. Meski berpengalaman di bidang pemerintahan (dua periode Bupati Minahasa), SVR menilai JFE telah melahirkan banyak terobosan untuk masyarakat Tomohon. Oleh sebab itu, berikanlah kesempatan kepada EMAS untuk memimpin Kota Religius.”Jika ada kritik, itu merupakan bukti kecintaan masyarakat kepada EMAS. Tidak mendahului kehendak Tuham tapi pekerjaan yang tulus mendatangkan kemenangan,” aku SVR.
Ia juga menegaskan, Golkar mendukung penuh EMAS. Arahan ini disampaikan DPP PG. Oleh sebab itu, setiap kader Golkar untuk solid dan berjuang memenangkan pasangan ini.”Jika ada yang mengatasnamakan Golkar, itu imitasi,” tegasnya.
Dari arena kampanye terbuka, Calon Walikota Jimmy F Eman berterima kasih kepada seluruh pendukung, jajaran Kepolisian, dan semua pihak yang menyukseskan kegiatan tersebut.”Penghargaan yang tinggi kami berikan atas komitmen dan pengorbanannya kepada EMAS,” kuncinya.
Dalam rangkaian kampanye, dilakukan doa bersama dari seluruh pelayan Tuhan untuk EMAS. Proses kampanye berlangsung kondusif karena mendapat pengawalan aparat. Sesuai ketentuan, massa pendukung pulang dengan teratur sebelum pukul 18.00 Wita.(victor rempas)



































